Pengangguran Pemuda China Meningkat, Sistem Pendidikan Jadi Sorotan

Rabu, 21 Mei 2025 - 10:36 WIB
loading...
A A A
Pendaftaran di pendidikan vokasional memang meningkat—pada 2022, institusi vokasi menerima lebih dari 76.000 siswa, meningkat 84 persen dari tahun sebelumnya—namun sering kali tanpa selaras dengan kebutuhan industri. Ketidaksesuaian ini melemahkan pasokan tenaga kerja terampil, berkontribusi terhadap kekosongan posisi di sektor-sektor kunci.

Tingkat pendaftaran pendidikan tinggi bruto China meningkat dari hanya 2,7 persen pada 1978 menjadi lebih dari 60 persen pada 2023, mencerminkan ekspansi besar dalam pendidikan tinggi.

Menurut data Bank Dunia, tingkat pendaftaran pendidikan tinggi bruto China mencapai sekitar 54 persen pada 2021, melampaui banyak negara berpendapatan menengah.

Namun pertumbuhan ini didorong oleh dorongan pendaftaran yang cepat, bukan oleh peningkatan bertahap dalam kapasitas pengajaran. Universitas memperlakukan penerimaan sebagai sumber pendapatan, menerima mahasiswa tanpa memastikan ketersediaan dosen atau sumber daya yang memadai, yang mengakibatkan jumlah lulusan yang membengkak tetapi dengan kompetensi dunia nyata yang terbatas.

Laporan menunjukkan kekurangan kronis dosen berkualitas, terutama di bidang baru seperti kecerdasan buatan dan energi terbarukan, karena keterbatasan anggaran dan kendali rekrutmen yang terpusat.

Kurikulum tetap sangat teoritis, mencerminkan penekanan berlebihan pada persiapan ujian daripada pembelajaran langsung. Hal ini membuat lulusan mahir dalam hafalan tetapi belum teruji dalam pemecahan masalah, kerja tim, atau kemampuan beradaptasi—keterampilan yang semakin dihargai oleh pemberi kerja global.

Selaras dengan Narasi Partai


Pelajar China secara rutin meraih nilai tinggi dalam ujian standar—seperti hasil PISA yang unggul dalam matematika dan membaca—namun tertinggal dalam penilaian berpikir kreatif dan kritis.

Hafalan mekanis yang melekat dalam pembelajaran karakter Tionghoa, ditambah dengan pedagogi yang berfokus pada ujian, memperkuat pembelajaran permukaan ketimbang analisis mendalam.

Dalam sebuah studi komparatif, pelajar dari daratan China tertinggal dari rekan-rekannya di kawasan berprestasi tinggi lainnya dalam penilaian berpikir kreatif, mengindikasikan kesenjangan inovasi yang mengkhawatirkan.

Sejak 2021, otoritas China memperketat pengawasan ideologis terhadap universitas, mewajibkan mata kuliah “Pemikiran Xi Jinping” dan secara ketat mengatur wacana kampus agar selaras dengan narasi partai.

Politikasi ini menekan perdebatan, menghambat perbedaan pendapat, dan membiasakan mahasiswa menerima perintah dari atas ketimbang mempertanyakan asumsi—bertentangan dengan rasa ingin tahu dan keberanian mengambil risiko yang mendorong terobosan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Wakil dari Sumut Ini Ingin Menginspirasi Perempuan Indonesia
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved