Jenderal Chaudhry: India Bukanlah Israel dan Pakistan Bukanlah Palestina, Kami Tak Akan Tunduk!
Senin, 19 Mei 2025 - 09:02 WIB
loading...
Direktur Jenderal Hubungan Masyarakat Antar-Layanan (ISPR) Militer Pakistan Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry tegaskan negaranya tak akan pernah tunduk pada hegemoni India. Foto/Anadolu Agency
A
A
A
ISLAMABAD - Direktur Jenderal Hubungan Masyarakat Antar-Layanan (ISPR) Militer Pakistan Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry menegaskan prioritas utama negaranya adalah perdamaian.
Namun, kata dia, Pakistan tidak akan pernah bisa dipaksa untuk tunduk pada hegemoni India.
"Yang sebenarnya adalah bahwa India bukanlah Amerika Serikat dan Pakistan bukanlah Afghanistan. India bukanlah Israel dan Pakistan bukanlah Palestina," kata juru bicara militer Pakistan tersebut kepada Anadolu Agency, yang dilansir Senin (19/5/2025).
"Kami tidak akan pernah tunduk pada hegemoni India. Semakin cepat mereka menyadari hal ini, semakin baik bagi perdamaian regional dan dunia," paparnya.
Dia menyampaikan pernyataan tersebut beberapa hari setelah mengeklaim kesuksesan Operasi Bunyan-um-Marsoos melawan agresi India yang tidak beralasan yang dinamai Operasi Sindoor.
Baca Juga: India Ketir-ketir, Desak IAEA Awasi Senjata Nuklir Pakistan
Angkatan bersenjata Pakistan melancarkan aksi militer balasan berskala besar, yang diberi nama Operasi Bunyan-um-Marsoos, dan menargetkan beberapa target militer India di berbagai wilayah.
Serangan tersebut, yang digambarkan oleh para pejabat Islamabad sebagai "tepat dan proporsional", dilakukan sebagai respons terhadap agresi India yang terus berlanjut melintasi Garis Kontrol (LoC) dan di dalam wilayah Pakistan, yang menurut New Delhi ditujukan pada "target teroris".
Pakistan mengeklaim telah menembak jatuh enam jet tempur India, termasuk tiga Rafale, dan puluhan pesawat nirawak.
Setelah setidaknya 87 jam, perang antara kedua negara bersenjata nuklir itu berakhir pada 10 Mei dengan perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat.
Namun, kata dia, Pakistan tidak akan pernah bisa dipaksa untuk tunduk pada hegemoni India.
"Yang sebenarnya adalah bahwa India bukanlah Amerika Serikat dan Pakistan bukanlah Afghanistan. India bukanlah Israel dan Pakistan bukanlah Palestina," kata juru bicara militer Pakistan tersebut kepada Anadolu Agency, yang dilansir Senin (19/5/2025).
"Kami tidak akan pernah tunduk pada hegemoni India. Semakin cepat mereka menyadari hal ini, semakin baik bagi perdamaian regional dan dunia," paparnya.
Dia menyampaikan pernyataan tersebut beberapa hari setelah mengeklaim kesuksesan Operasi Bunyan-um-Marsoos melawan agresi India yang tidak beralasan yang dinamai Operasi Sindoor.
Baca Juga: India Ketir-ketir, Desak IAEA Awasi Senjata Nuklir Pakistan
Angkatan bersenjata Pakistan melancarkan aksi militer balasan berskala besar, yang diberi nama Operasi Bunyan-um-Marsoos, dan menargetkan beberapa target militer India di berbagai wilayah.
Serangan tersebut, yang digambarkan oleh para pejabat Islamabad sebagai "tepat dan proporsional", dilakukan sebagai respons terhadap agresi India yang terus berlanjut melintasi Garis Kontrol (LoC) dan di dalam wilayah Pakistan, yang menurut New Delhi ditujukan pada "target teroris".
Pakistan mengeklaim telah menembak jatuh enam jet tempur India, termasuk tiga Rafale, dan puluhan pesawat nirawak.
Setelah setidaknya 87 jam, perang antara kedua negara bersenjata nuklir itu berakhir pada 10 Mei dengan perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat.
Lihat Juga :