Jenderal Chaudhry: India Bukanlah Israel dan Pakistan Bukanlah Palestina, Kami Tak Akan Tunduk!
Senin, 19 Mei 2025 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan bahwa tentara Pakistan mematuhi gencatan senjata yang disepakati pada 10 Mei dan akan terus melakukannya, tetapi juga akan menanggapi setiap provokasi oleh tentara India.
Secara terpisah, jenderal tersebut memperingatkan India tentang konsekuensi jangka panjang jika mencoba memblokir air Pakistan.
“Saya berharap saat itu tidak akan tiba, tetapi tindakan-tindakan seperti itulah yang akan dilihat dunia dan konsekuensinya akan kita perjuangkan selama bertahun-tahun dan puluhan tahun mendatang. Tidak ada yang berani menghentikan air dari Pakistan,” katanya.
“Ada orang gila yang berpikir bahwa ia dapat menghentikan air bagi lebih dari 240 juta orang di negara ini.”
“Angkatan bersenjata Pakistan adalah angkatan bersenjata profesional dan kami mematuhi komitmen yang kami buat, dan kami mengikuti instruksi pemerintah politik dan komitmen yang mereka pegang secara harfiah dan semangat,” imbuh dia.
Menurut ISPR Pakistan, India telah kehilangan enam jet tempur dan sistem pertahanan rudal S-400—sistem pertahanan udara canggih buatan Rusia—dalam konflik empat hari.
Sebelumnya, Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga mengonfirmasi perkembangan tersebut, dengan mengatakan bahwa Angkatan Udara Pakistan menjatuhkan enam jet tempur India, termasuk pesawat tempur Rafale Prancis.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa pesawat keenam adalah Mirage 2000,” kata Jenderal Chaudhry.
“Kami hanya menargetkan pesawat. Kami bisa saja menjatuhkan lebih banyak, tetapi kami menahan diri.”
Nasib Perjanjian Air Indus
Secara terpisah, jenderal tersebut memperingatkan India tentang konsekuensi jangka panjang jika mencoba memblokir air Pakistan.
“Saya berharap saat itu tidak akan tiba, tetapi tindakan-tindakan seperti itulah yang akan dilihat dunia dan konsekuensinya akan kita perjuangkan selama bertahun-tahun dan puluhan tahun mendatang. Tidak ada yang berani menghentikan air dari Pakistan,” katanya.
“Ada orang gila yang berpikir bahwa ia dapat menghentikan air bagi lebih dari 240 juta orang di negara ini.”
“Angkatan bersenjata Pakistan adalah angkatan bersenjata profesional dan kami mematuhi komitmen yang kami buat, dan kami mengikuti instruksi pemerintah politik dan komitmen yang mereka pegang secara harfiah dan semangat,” imbuh dia.
Pakistan Tembak Jatuh 6 Jet Tempur India dan Hancurkan S-400
Menurut ISPR Pakistan, India telah kehilangan enam jet tempur dan sistem pertahanan rudal S-400—sistem pertahanan udara canggih buatan Rusia—dalam konflik empat hari.
Sebelumnya, Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga mengonfirmasi perkembangan tersebut, dengan mengatakan bahwa Angkatan Udara Pakistan menjatuhkan enam jet tempur India, termasuk pesawat tempur Rafale Prancis.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa pesawat keenam adalah Mirage 2000,” kata Jenderal Chaudhry.
“Kami hanya menargetkan pesawat. Kami bisa saja menjatuhkan lebih banyak, tetapi kami menahan diri.”
(mas)
Lihat Juga :