Israel Telah Bantai Lebih dari 120 Warga Gaza sejak Luncurkan Operasi Gideon’s Chariots

Minggu, 18 Mei 2025 - 09:25 WIB
loading...
Israel Telah Bantai...
Militer Zionis Israel telah membunuh lebih dari 120 warga Palestina di Jalur Gaza sejak Jumat pagi ketika operasi militer Gideon’s Chariots dimulai. Foto/Anadolu
A A A
GAZA - Militer Zionis Israel telah membunuh lebih dari 120 warga Palestina dan melukai lebih dari 200 lainnya di Jalur Gaza sejak Jumat pagi ketika operasi militer Gideon’s Chariots dimulai.

Operasi itu diluncurkan untuk memperluas perang brutal Israel di Gaza meski dikecam komunitas internasional, termasuk dunia Arab, Eropa, dan PBB.

Mengutip laporan dari Al-Jazeera, Minggu (18/5/2025), tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan udara Israel di sebuah rumah di Tel al-Zaatar, Gaza utara. Para korban dibawa ke Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia.

Baca Juga: Trump Tinggalkan Jazirah Arab, Israel Luncurkan Operasi Militer Besar-besaran ke Gaza

Di tempat lain di bagian utara daerah kantong Palestina tersebut, banyak warga Gaza terluka dalam sebuah serangan di dekat Menara Andalus di Kota Gaza. Mereka yang terluka dilarikan ke Kompleks Medis Al-Shifa, di mana dokter menggambarkan satu kasus sebagai kritis.

Di wilayah selatan, serangan pesawat nirawak Israel di daerah Ma'an di sebelah timur Khan Younis menewaskan dua orang dan melukai empat lainnya. Serangan lain di Bani Suhaila, juga di sebelah timur Khan Younis, menewaskan enam orang dan melukai lainnya. Korban dipindahkan ke Rumah Sakit Nasser.

Sumber-sumber Palestina juga mengonfirmasi bahwa tiga orang terluka dalam sebuah serangan di sebuah tenda di dekat Menara Taiba di apa yang disebut "zona kemanusiaan" di sebelah barat Khan Younis. Pesawat tempur Israel juga menyerang kota Al-Qarara, timur laut kota itu.

Korban tambahan dilaporkan setelah serangan udara Israel menargetkan tenda-tenda yang menampung orang-orang telantar di dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah.

Operasi Gideon's Chariots Dimulai


Lonjakan korban jiwa Palestina terjadi saat tentara Israel secara resmi memperluas operasi militernya di Gaza di bawah apa yang disebutnya sebagai Operasi Gideon's Chariot's atau Operasi Kereta Perang Gideon.

Menurut militer Israel, operasi tersebut melibatkan serangan udara dan operasi darat yang meluas yang ditujukan untuk mencapai semua tujuan perang, termasuk pembebasan sandera dan pembubaran kelompok perlawanan Palestina; Hamas.

Media Israel sebelumnya melaporkan bahwa fase yang diperluas ini akan mengikuti kesimpulan dari tur terbaru Presiden AS Donald Trump di wilayah Teluk—jika tidak ada kesepakatan baru tentang Gaza yang terwujud. Trump meninggalkan Uni Emirat Arab di akhir tur tanpa mengumumkan terobosan diplomatik apa pun.

Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana Operasi Gideon's Chariots pada awal Mei, yang memicu mobilisasi puluhan ribu pasukan cadangan.

Nama operasi tersebut, yang mengingatkan pada "Operasi Gideon" tahun 1948 yang digunakan untuk merebut Beit Shean dan menggusur warga Palestina, menandakan kesinambungan historis dan ideologis yang disengaja.

Menurut Otoritas Penyiaran Israel (KAN), operasi saat ini bertujuan untuk menduduki seluruh Gaza dan mengevakuasi penduduk secara paksa dari zona pertempuran aktif—khususnya Gaza utara—ke wilayah yang ditentukan di selatan.

Selama kunjungan tiga hari Trump, tentara Israel menewaskan lebih dari 378 warga Palestina—hampir empat kali lipat jumlah mereka yang tewas dalam empat hari sebelumnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sejak 7 Oktober 2023, kampanye militer Israel di Gaza—yang didukung oleh Amerika Serikat—telah menyebabkan sekitar 173.000 warga Palestina tewas atau terluka. Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak. Lebih dari 11.000 orang masih hilang di bawah reruntuhan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved