7 Negara yang Kekurangan Tenaga Kerja, Kebanyakan Adalah Negara Maju

Kamis, 15 Mei 2025 - 16:56 WIB
loading...
A A A
Populasi yang menua dan tingkat kelahiran yang rendah menjadi penyebab utama masalah ini. Banyak perusahaan kesulitan merekrut tenaga kerja terampil lokal untuk mengisi posisi-posisi penting.

Negara ini tercatat punya angka kekurangan tenaga kerja mencapai 82%.

3. Israel


Israel menghadapi kekurangan tenaga kerja yang signifikan, terutama di sektor konstruksi, pertanian, perhotelan, dan layanan kebersihan.

Sebagian besar sektor ini sebelumnya sangat bergantung pada tenaga kerja asing, termasuk dari Palestina dan negara-negara Asia seperti Thailand dan Filipina.

Namun, akibat pembatasan masuknya pekerja asing selama pandemi dan konflik militer yang berkepanjangan, pasokan tenaga kerja menjadi terbatas, sementara permintaan tetap tinggi.

Negeri Yahudi tercatat punya angka kekurangan tenaga kerja mencapai 82%.

4. Yunani


Yunani mengalami kekurangan tenaga kerja yang serius. Sektor pariwisata, yang menyumbang sekitar 25% dari PDB negara, menghadapi kekurangan sekitar 80.000 pekerja, termasuk posisi seperti juru masak, pelayan, dan staf hotel.

Kekurangan ini diperparah oleh eksodus pekerja selama pandemi COVID-19 dan meningkatnya preferensi masyarakat lokal untuk pekerjaan kantoran. Negeri Dewa tercatat punya angka kekurangan tenaga kerja mencapai 82%.

5. Irlandia


Irlandia tengah mengalami kekurangan tenaga kerja yang signifikan di berbagai sektor utama, termasuk teknologi, konstruksi, pertanian, perawatan kesehatan, dan transportasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Turki Catat 62 Tendangan...
Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved