Pakistan Ungkap India Gunakan Drone Israel dengan Mesin Buatan Inggris

Rabu, 14 Mei 2025 - 00:01 WIB
loading...
Pakistan Ungkap India...
Foto mesin drone yang disebarkan media Pakistan dan internasional pekan lalu. Foto/medsos
A A A
ISLAMABAD - Mesin buatan Inggris digunakan untuk menggerakkan pesawat nirawak Israel yang diluncurkan India ke wilayah udara Pakistan pekan lalu.

Kabar itu diungkap media Pakistan yang mengutip militer negara itu. Media Pakistan dan internasional menyebarkan foto akhir pekan lalu dari mesin utuh yang diambil dari pesawat nirawak yang ditembak jatuh oleh militer Pakistan.

Mesin drone tersebut memiliki tanda pabrikan yang terlihat, yang menunjukkan mesin tersebut diproduksi perusahaan yang berbasis di Inggris, UAV Engines Ltd.

Middle East Eye mencocokkan foto mesin dari pesawat nirawak Israel yang ditembak jatuh di Pakistan dengan model mesin yang diproduksi perusahaan Inggris di Staffordshire.

Meskipun dua gambar yang dicocokkan MEE adalah mesin yang sama, MEE tidak dapat memverifikasi gambar dari Pakistan secara independen.

Sumber pemerintah India mengonfirmasi kepada MEE Kamis lalu bahwa Pakistan telah menembak jatuh setidaknya satu pesawat nirawak Israel yang diluncurkan India.

Pakistan mengklaim pada hari Jumat bahwa mereka telah menembak jatuh 77 pesawat nirawak tersebut.

Di antara model-model lainnya, India menggunakan pesawat nirawak bunuh diri Harop buatan Israel Aerospace Industries (IAI), serta pesawat nirawak bunuh diri SkyStriker yang dikembangkan produsen senjata terbesar Israel, Elbit Systems.

The Express Tribune melaporkan pada hari Jumat bahwa militer Pakistan mengonfirmasi beberapa pesawat nirawak yang mereka jatuhkan memiliki mesin yang diproduksi UAV Engines Ltd.

MEE mengidentifikasi mesin dalam foto yang beredar sebagai AR731, yang memiliki rasio daya terhadap berat tertinggi dari semua mesin putar di dunia.

Foto tersebut tampaknya cocok dengan gambar dan spesifikasi model yang ditampilkan di situs web UAV Engines Ltd.

Perusahaan tersebut, yang berlokasi di desa Shenstone di Staffordshire, Inggris, West Midlands, merupakan anak perusahaan dari Elbit Systems milik Israel.

Sumber pemerintah India mengatakan kepada MEE pada hari Kamis bahwa beberapa pesawat nirawak yang diluncurkan ke Pakistan dipasok ke militer India oleh Adani Group, perusahaan multinasional yang didirikan miliarder India Gautam Adani yang berbagi jalur produksi dengan Elbit.

Produk Inggris Dijual ke India


Rekaman video yang beredar luas di internet pekan lalu menunjukkan seorang anak laki-laki Pakistan membawa satu mesin, yang dikatakan diambil dari satu pesawat nirawak, yang juga tampak seperti model UAV Engines Ltd.

Buku petunjuk pengguna UAV Engines Ltd yang dibuat sekitar satu dekade lalu menyebutkan perusahaan tersebut memasok Israel Aerospace Industries, di antara perusahaan-perusahaan lainnya.

Buku petunjuk yang lebih baru tidak memberikan informasi tentang perusahaan mana saja yang dipasok oleh UAV Engines Ltd.

MEE bertanya kepada Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris apakah mereka pernah memberikan lisensi penjualan mesin UAV ke Israel atau ke India. Departemen tersebut menolak berkomentar.

MEE juga telah meminta komentar dari UAV Engines Ltd.

Perkembangan ini terjadi setelah Menteri Bisnis Inggris, Jonathan Reynolds, dikritik anggota parlemen dari Partai Buruh pekan lalu setelah ia menyarankan Inggris tidak boleh "ragu-ragu" menjual senjata ke India.

Anggota Parlemen Partai Buruh Kim Johnson mengatakan kepada The Independent, “Saya merasa komentar menteri perdagangan sangat meresahkan. Anda tidak dapat menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Kashmir sementara pada saat yang sama menyarankan agar kita 'tidak merasa takut' untuk menjual senjata ke satu pihak yang berkonflik."

Anggota Parlemen Partai Buruh Jon Trickett mengatakan, “Inggris perlu menghindari memperburuk situasi yang sudah berbahaya di subbenua itu dengan memasok senjata. Lebih jauh, gagasan memasok senjata ke satu pihak dalam situasi konflik jelas bertentangan dengan kepentingan nasional kita dengan mempertaruhkan konsekuensi diplomatik yang serius dari pihak lain.”

Namun, pada hari Sabtu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengucapkan terima kasih kepada Inggris, di antara negara-negara lain, karena berkontribusi pada upaya yang berhasil untuk mengamankan gencatan senjata antara India dan Pakistan.

Selama dekade terakhir, India telah mengimpor perangkat keras militer senilai USD2,9 miliar dari Israel, termasuk radar, pesawat nirawak pengintai dan tempur, serta rudal.

Sementara itu, pemerintah Inggris berada di bawah pengawasan ketat dari kelompok-kelompok hak asasi manusia dan juru kampanye atas ekspor senjatanya ke Israel.

Laporan Rabu lalu berdasarkan data impor Israel mengungkapkan berbagai macam barang dan senjata militer buatan Inggris, termasuk suku cadang jet tempur F-35, terus dikirim ke Israel bahkan setelah pemerintah Inggris menangguhkan 30 lisensi ekspor senjata pada bulan September.

Dan pekan ini, Departemen Bisnis dan Perdagangan menghadapi gugatan pengadilan tinggi yang diajukan kelompok hak asasi manusia Palestina Al-Haq atas pasokan suku cadang F-35 Inggris ke Israel.

Setelah empat hari penembakan dan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya di kedua belah pihak, India dan Pakistan menyetujui gencatan senjata pada hari Sabtu.

Pejabat tinggi militer dari kedua negara tetangga bersenjata nuklir itu akan bertemu pada hari Senin untuk membahas rincian perjanjian tersebut.

Baca juga: Israel Setujui Metode Baru Pencurian Tanah di Tepi Barat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
25 Drone Kamikaze yang...
25 Drone Kamikaze yang Dioperasikan India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved