Zelensky Siap Berunding Langsung dengan Putin untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Senin, 12 Mei 2025 - 06:35 WIB
loading...
Zelensky Siap Berunding...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky siap berunding langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Turki pada Kamis nanti. Foto/Ilustrasi SINDO News
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menyatakan siap untuk berunding langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Turki pada Kamis nanti untuk mengakhiri perang kedua negara.

Namun, pemimpin Ukraina itu minta Moskow terlebih dahulu menyetujui gencatan senjata. Pernyataan Zelensky muncul sebagai respons atas usulan Putin untuk memulai perundingan damai tanpa prasyarat di Istanbul, Turki, pada 15 Mei.

"Kami menunggu gencatan senjata penuh dan langgeng, mulai besok [Senin], untuk menyediakan dasar yang diperlukan bagi diplomasi. Tidak ada gunanya memperpanjang pembunuhan. Dan saya akan menunggu Putin di Turki pada hari Kamis. Secara pribadi. Saya berharap kali ini Rusia tidak akan mencari-cari alasan," tulis Zelensky di akun X-nya, @ZelenskyyUa.

Baca Juga: Putin Usul Rusia-Ukraina Berunding Langsung Tanpa Prasyarat di Istanbul 15 Mei

Sebelumnya, Putin mengusulkan Rusia dan Ukraina berunding langsung tanpa prasyarat di Istanbul seperti yang terjadi pada tahun 2022—yang menurutnya telah ditinggalkan oleh Kyiv secara sepihak. Putin menegaskan Moskow siap untuk kembali ke meja perundingan tanpa prasyarat apa pun.

Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa mereka siap untuk perundingan damai kapan saja. Moskow juga menyatakan bahwa mereka mencari solusi yang langgeng untuk konflik tersebut, bukan solusi sementara.

Moskow menentang tuntutan gencatan senjata 30 hari yang diusulkan Kyiv dengan alasan bahwa Ukraina akan menggunakannya untuk mempersenjatai kembali dan menyusun kembali militernya.

Zelensky mengeluarkan tuntutan serupa pada hari Sabtu setelah pertemuan dengan sekelompok pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Mereka juga mendukung tuntutan Kyiv agar Rusia menyetujui gencatan senjata.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyampaikan harapannya agar Moskow dan Kyiv segera menyetujui gencatan senjata selama sebulan. Dia memperingatkan, "AS dan mitranya akan memberlakukan sanksi lebih lanjut jika kesepakatan tercapai tetapi tidak dihormati."

Pada hari Minggu, Trump mengatakan bahwa Kyiv harus menyetujui usulan perundingan damai Moskow segera. Menurutnya, Moskow tidak menginginkan gencatan senjata belaka, tetapi ingin berunding untuk mengakhiri pertumpahan darah.

Kremlin telah menolak apa yang digambarkannya sebagai tekanan eksternal seputar gencatan senjata yang diusulkan Ukraina. Putin juga mencatat bahwa Kyiv melanggar tiga gencatan senjata yang diusulkan oleh Moskow: moratorium 30 hari yang ditengahi AS atas serangan terhadap infrastruktur energi, yang berakhir bulan lalu, gencatan senjata Paskah tanpa syarat, dan gencatan senjata 72 jam Hari Kemenangan Perang Dunia II yang baru saja berakhir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved