Benang Merah antara Jenderal Pakistan, Osama bin Laden, dan Senjata Nuklir
Minggu, 11 Mei 2025 - 08:57 WIB
loading...
A
A
A
Tulisan ilmiah Mahmood juga menampilkan jin, makhluk mitologi yang sering muncul dalam literatur Islam. Menurut Mahmood, makhluk ini adalah kunci untuk memecahkan krisis energi bumi.
Putranya, Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, muncul secara profesional melalui jalur terpisah, yakni Angkatan Darat Pakistan. Dilatih sebagai perwira di Korps Teknik Listrik dan Mekanik, Chaudhry telah memegang berbagai jabatan, termasuk dalam direktorat operasi militer dan Organisasi Sains dan Teknologi Pertahanan (DESTO), sebuah lembaga yang terlibat dalam penelitian pertahanan Pakistan.
DESTO telah dikenai sanksi AS menyusul uji coba nuklir Pakistan pada tahun 1998, meskipun sanksi tersebut dilonggarkan setelah 9/11 untuk memfasilitasi kerja sama dalam Perang Melawan Teror.
Menurut buku "The Man from Pakistan" karya jurnalis investigasi Douglas Frantz dan Catherine Collins, Mahmood memandang persenjataan nuklir Pakistan bukan sebagai aset, tetapi sebagai milik kolektif komunitas Muslim.
Dia percaya bahwa senjata nuklir harus dibagi dengan negara-negara Islam lainnya, khususnya negara-negara yang berhadapan dengan Barat.
Buku itu menjelaskan pertemuan tahun 2001 di Kandahar saat Mahmood dan Majeed menawarkan arahan teknis kepada para anggota al-Qaeda.
Putranya, Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, muncul secara profesional melalui jalur terpisah, yakni Angkatan Darat Pakistan. Dilatih sebagai perwira di Korps Teknik Listrik dan Mekanik, Chaudhry telah memegang berbagai jabatan, termasuk dalam direktorat operasi militer dan Organisasi Sains dan Teknologi Pertahanan (DESTO), sebuah lembaga yang terlibat dalam penelitian pertahanan Pakistan.
DESTO telah dikenai sanksi AS menyusul uji coba nuklir Pakistan pada tahun 1998, meskipun sanksi tersebut dilonggarkan setelah 9/11 untuk memfasilitasi kerja sama dalam Perang Melawan Teror.
Menurut buku "The Man from Pakistan" karya jurnalis investigasi Douglas Frantz dan Catherine Collins, Mahmood memandang persenjataan nuklir Pakistan bukan sebagai aset, tetapi sebagai milik kolektif komunitas Muslim.
Dia percaya bahwa senjata nuklir harus dibagi dengan negara-negara Islam lainnya, khususnya negara-negara yang berhadapan dengan Barat.
Buku itu menjelaskan pertemuan tahun 2001 di Kandahar saat Mahmood dan Majeed menawarkan arahan teknis kepada para anggota al-Qaeda.
(mas)
Lihat Juga :