Duel Maut Jet Tempur India-Pakistan Panaskan Langit Asia, Rudal China dan Eropa Adu Tajam
Jum'at, 09 Mei 2025 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Pakistan diduga menggunakan PL-15, rudal buatan China yang dikembangkan oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC), dan memiliki reputasi sebagai salah satu senjata paling mematikan di kelasnya.
Sementara itu, India diyakini mengandalkan Meteor, rudal buatan konsorsium Eropa MBDA, yang dipasang di jet Rafale produksi Prancis.
Meteor dikenal dengan sistem pemandu radar aktif dan kemampuan “no escape zone” yang sangat luas. Namun, belum ada konfirmasi resmi bahwa Meteor benar-benar digunakan dalam dogfight tersebut.
“Jika benar PL-15 dan Meteor saling berhadapan, maka ini adalah duel antara dua rudal paling canggih dari Timur dan Barat,” ujar Douglas Barrie, pakar militer udara dari International Institute for Strategic Studies.
Bagi China, ini bisa menjadi pembuktian bahwa teknologi senjata mereka telah melampaui warisan teknologi Soviet dan mampu bersaing dengan sistem Barat.
Bagi Amerika dan sekutunya, insiden ini menjadi ajang untuk mengukur keandalan peralatan tempur mereka dalam menghadapi sistem buatan China, sebuah persiapan yang krusial jika konflik di Taiwan atau Indo-Pasifik pecah.
"PL-15 adalah masalah besar. Militer AS sangat memperhatikannya," kata seorang eksekutif industri pertahanan Barat kepada Reuters.
Penggunaan nyata rudal-rudal ini membuat banyak negara bergegas mengevaluasi ulang strategi mereka.
Amerika Serikat, misalnya, sedang mengembangkan AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile melalui Lockheed Martin, sebagian sebagai respons terhadap kemunculan PL-15.
Sementara itu, India diyakini mengandalkan Meteor, rudal buatan konsorsium Eropa MBDA, yang dipasang di jet Rafale produksi Prancis.
Meteor dikenal dengan sistem pemandu radar aktif dan kemampuan “no escape zone” yang sangat luas. Namun, belum ada konfirmasi resmi bahwa Meteor benar-benar digunakan dalam dogfight tersebut.
“Jika benar PL-15 dan Meteor saling berhadapan, maka ini adalah duel antara dua rudal paling canggih dari Timur dan Barat,” ujar Douglas Barrie, pakar militer udara dari International Institute for Strategic Studies.
Dunia Menonton, dari Pentagon hingga Beijing
Bagi China, ini bisa menjadi pembuktian bahwa teknologi senjata mereka telah melampaui warisan teknologi Soviet dan mampu bersaing dengan sistem Barat.
Bagi Amerika dan sekutunya, insiden ini menjadi ajang untuk mengukur keandalan peralatan tempur mereka dalam menghadapi sistem buatan China, sebuah persiapan yang krusial jika konflik di Taiwan atau Indo-Pasifik pecah.
"PL-15 adalah masalah besar. Militer AS sangat memperhatikannya," kata seorang eksekutif industri pertahanan Barat kepada Reuters.
Penggunaan nyata rudal-rudal ini membuat banyak negara bergegas mengevaluasi ulang strategi mereka.
Amerika Serikat, misalnya, sedang mengembangkan AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile melalui Lockheed Martin, sebagian sebagai respons terhadap kemunculan PL-15.
Lihat Juga :