6 Kriteria Paus Baru yang Dipilih dalam Konklaf, Salah Satunya Penyembuh Luka Lama

Kamis, 08 Mei 2025 - 01:25 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Setelah Berlaku di Sekolah, Mendagri Prancis Akan Larang Penggunaan Jilbab di Kampus

2. Paus yang Menjadi Mediator yang Karismatik

Sebagian besar kardinal belum pernah bertemu sebelum minggu ini. Tugas mereka diperkirakan tidak akan mudah. Isu utama, kata para ahli, adalah mencoba menentukan apakah akan melanjutkan jalan Fransiskus, seorang paus yang mendorong batasan tetapi tidak melanggarnya.

"Mereka mencari seorang penengah, mediator, dan juga seorang pendeta karismatik yang tahu bagaimana menjadi dekat dengan umat," kata Politi.

3. Sosok Pemersatu

Berbagai tema telah muncul dari diskusi pra-konklaf. Yang menjadi agenda utama adalah perlunya menemukan sosok pemersatu untuk memperbaiki hubungan di Gereja yang sangat terpecah, serta kedudukan lembaga tersebut dalam politik global.

Di tengah ketegangan tersebut, para pendeta kritis menolak kesepakatan tahun 2018 antara Takhta Suci dan Tiongkok yang memberi Beijing hak untuk bersuara dalam pengangkatan uskup Katolik di sana, karena umat Katolik ditindas oleh Partai Komunis.

Pada pertemuan pra-konklaf, beberapa orang mendesak agar berhati-hati dalam membuka diri terhadap agama lain – ciri khas kepausan Paus Fransiskus – karena khawatir identitas Katolik dapat terkikis. Topik lainnya adalah krisis kejuruan, karena semakin sedikit umat beriman yang menjadi imam.

4. Menyembuhkan Luka yang terbuka

Para kardinal juga berbicara tentang pelecehan seksual dan skandal keuangan gereja, yang didefinisikan oleh juru bicara Vatikan sebagai "luka" yang harus tetap "terbuka" sebagai pengingat atas apa yang telah dilakukan. Yang lain menyinggung isu kontroversial tentang keterbukaan Gereja bagi kaum awam, baik pria maupun wanita – sebuah proses yang dimulai oleh Fransiskus.

5. Diplomat yang Ulung

Sekretaris negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, adalah salah satu nama yang paling sering difavoritkan oleh para bandar taruhan. Dianggap sebagai diplomat terampil yang memahami nuansa diplomasi, orang Italia itu dipandang oleh banyak orang sebagai seorang moderat yang dapat menarik suara dari kubu yang paling konservatif dan liberal.

Minggu lalu, pria berusia 70 tahun itu menjadi sasaran laporan yang beredar di akun media sosial Katolik sayap kanan Amerika Serikat, yang mengklaim bahwa ia telah menderita masalah kesehatan dan membutuhkan pengobatan. Ini dengan cepat dibantah oleh Vatikan.

6. Didukung Mayoritas Kardinal

Spekulasi, gosip, dan berita palsu tidak akan memasuki Kapel Sistina yang megah pada hari Rabu. Pada saat itu, jendela kapel akan ditutup, telepon kardinal disita, dan segala kontak dengan dunia luar dilarang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Paus Leo Sebut Perang...
Paus Leo Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal, Desak Gencatan Senjata Segera
Aturan Baru China Wajibkan...
Aturan Baru China Wajibkan Uskup dan Pastor Serahkan Paspor
Khotbah Natal Pertama,...
Khotbah Natal Pertama, Paus Leo Soroti Tenda Warga Palestina di Gaza dan Kelahiran Yesus
Paus Leo Serukan Gencatan...
Paus Leo Serukan Gencatan Senjata Semua Perang di Dunia pada Hari Natal
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved