Abbas akan Kunjungi Lebanon untuk Lucuti Senjata Faksi-faksi Perlawanan Palestina
Rabu, 07 Mei 2025 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
"Keamanan wilayah Lebanon adalah yang terpenting," papar dia.
Seruan untuk pelucutan senjata Palestina di Lebanon bukanlah hal baru. Perjanjian ini bermula pada tahun 1980-an, ketika parlemen Lebanon membatalkan Perjanjian Kairo 1969, yang telah meresmikan kehadiran militer PLO di negara tersebut.
Ditandatangani Yasser Arafat dan pemerintah Lebanon di bawah mediasi Mesir, perjanjian tersebut memberikan PLO hak melawan pendudukan Israel dari wilayah Lebanon selama hampir dua dekade.
Abbas semakin vokal dalam mengkritik kelompok perlawanan Palestina, bahkan saat perang Israel di Gaza, yang digambarkan Amnesty International sebagai "genosida yang disiarkan langsung", terus berlanjut.
Presiden berusia 89 tahun tersebut, yang baru-baru ini menunjuk Hussein al-Sheikh sebagai wakil presiden dan calon penggantinya, baru-baru ini mengecam Hamas sebagai "anak-anak anjing" dan menuntut kelompok tersebut menyerah dan membebaskan semua tawanan yang ditahan di Gaza.
Abbas juga menuduh Hamas memberi Israel dalih untuk melanjutkan serangannya di Gaza.
Sebanyak 52.535 warga Palestina telah tewas dalam genosida Israel di Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Dalam 24 jam terakhir saja, serangan Israel menewaskan 40 orang dan melukai 125 orang, sehingga jumlah total yang terluka menjadi 118.491 orang.
Baca juga: Eks Sandera: Saya Merasa Lebih Aman di Tahanan Hamas daripada di Israel
Seruan untuk pelucutan senjata Palestina di Lebanon bukanlah hal baru. Perjanjian ini bermula pada tahun 1980-an, ketika parlemen Lebanon membatalkan Perjanjian Kairo 1969, yang telah meresmikan kehadiran militer PLO di negara tersebut.
Ditandatangani Yasser Arafat dan pemerintah Lebanon di bawah mediasi Mesir, perjanjian tersebut memberikan PLO hak melawan pendudukan Israel dari wilayah Lebanon selama hampir dua dekade.
Abbas semakin vokal dalam mengkritik kelompok perlawanan Palestina, bahkan saat perang Israel di Gaza, yang digambarkan Amnesty International sebagai "genosida yang disiarkan langsung", terus berlanjut.
Presiden berusia 89 tahun tersebut, yang baru-baru ini menunjuk Hussein al-Sheikh sebagai wakil presiden dan calon penggantinya, baru-baru ini mengecam Hamas sebagai "anak-anak anjing" dan menuntut kelompok tersebut menyerah dan membebaskan semua tawanan yang ditahan di Gaza.
Abbas juga menuduh Hamas memberi Israel dalih untuk melanjutkan serangannya di Gaza.
Sebanyak 52.535 warga Palestina telah tewas dalam genosida Israel di Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Dalam 24 jam terakhir saja, serangan Israel menewaskan 40 orang dan melukai 125 orang, sehingga jumlah total yang terluka menjadi 118.491 orang.
Baca juga: Eks Sandera: Saya Merasa Lebih Aman di Tahanan Hamas daripada di Israel
(sya)
Lihat Juga :