5 Presiden di Dunia yang Dulunya Jenderal Militer, Salah Satunya Prabowo Subianto
Selasa, 06 Mei 2025 - 15:09 WIB
loading...
Presiden Indonesia Prabowo Subianto, satu dari lima pemimpin dunia yang berlatar belakang jenderal militer. Foto/Kementerian Sekretariat Negara RI
A
A
A
JAKARTA - Dunia politik kerap menjadi panggung lanjutan bagi para jenderal yang telah kenyang pengalaman di medan tempur.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, sosok pemimpin dengan latar belakang militer sering kali dianggap menawarkan stabilitas, ketegasan, dan visi strategis.
Tak heran jika sejumlah negara kini dipimpin oleh mantan jenderal yang beralih dari barak ke istana.
Baca Juga: AS Pangkas Jumlah Jenderal Bintang 4 hingga 20 Persen, Ada Apa?
Berikut ini daftar presiden yang berasal dari latar belakang militer, khususnya berpangkat jenderal.
Sebelum menjadi Presiden Mesir pada 2014, el-Sisi adalah Jenderal Angkatan Darat dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Dia meraih kekuasaan setelah memimpin kudeta yang menggulingkan Presiden Mohamed Morsi.
Kepemimpinannya menandai era baru yang lebih otoriter namun stabil setelah pergolakan pasca-Arab Spring.
El-Sisi dikenal luas sebagai pemimpin yang mengedepankan ketertiban dan kekuatan negara.
Terpilih sebagai Presiden Indonesia pada 2024, Prabowo adalah mantan Letnan Jenderal TNI.
Karier militernya cemerlang, pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus dan Panglima Kostrad.
Setelah terjun ke dunia politik selama dua dekade, dia akhirnya memenangkan kursi RI-1.
Latar belakang militernya banyak memengaruhi gaya kepemimpinan yang tegas dan nasionalis.
Sebelum terjun ke dunia politik, Rumen Radev adalah Letnan Jenderal dan mantan Kepala Staf Angkatan Udara Bulgaria.
Dia dikenal sebagai pilot tempur ulung dan sangat dihormati di militer.
Terpilih sebagai presiden sejak 2017, Radev memadukan ketegasan militer dengan kepedulian terhadap nilai-nilai Eropa dan demokrasi.
Radev adalah mantan Letnan Jenderal Angkatan Udara Bulgaria dan pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara sebelum terpilih sebagai presiden pada 2017.
Pavel bukan sembarang jenderal: dia adalah mantan Ketua Komite Militer NATO—posisi tertinggi dalam struktur militer organisasi pertahanan Atlantik Utara.
Terpilih sebagai Presiden Ceko pada 2023, Pavel membawa pendekatan internasional dan strategi keamanan yang tajam ke ranah sipil.
Dia dianggap sebagai simbol integritas dan kekuatan moral di tengah politik Eropa yang terpolarisasi.
Begaj adalah Letnan Jenderal dan pernah menjadi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Albania.
Dia naik ke kursi kepresidenan pada 2022 sebagai tokoh independen yang dihormati karena rekam jejak militernya.
Dalam perannya sebagai kepala negara, dia fokus pada stabilitas regional dan integrasi Albania ke dalam struktur Eropa.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, sosok pemimpin dengan latar belakang militer sering kali dianggap menawarkan stabilitas, ketegasan, dan visi strategis.
Tak heran jika sejumlah negara kini dipimpin oleh mantan jenderal yang beralih dari barak ke istana.
Baca Juga: AS Pangkas Jumlah Jenderal Bintang 4 hingga 20 Persen, Ada Apa?
5 Presiden di Dunia Berlatar Belakang Jenderal Militer
Berikut ini daftar presiden yang berasal dari latar belakang militer, khususnya berpangkat jenderal.
1. Abdel Fattah el-Sisi (Presiden Mesir)
Sebelum menjadi Presiden Mesir pada 2014, el-Sisi adalah Jenderal Angkatan Darat dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Dia meraih kekuasaan setelah memimpin kudeta yang menggulingkan Presiden Mohamed Morsi.
Kepemimpinannya menandai era baru yang lebih otoriter namun stabil setelah pergolakan pasca-Arab Spring.
El-Sisi dikenal luas sebagai pemimpin yang mengedepankan ketertiban dan kekuatan negara.
2. Prabowo Subianto (Presiden Indonesia)
Terpilih sebagai Presiden Indonesia pada 2024, Prabowo adalah mantan Letnan Jenderal TNI.
Karier militernya cemerlang, pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus dan Panglima Kostrad.
Setelah terjun ke dunia politik selama dua dekade, dia akhirnya memenangkan kursi RI-1.
Latar belakang militernya banyak memengaruhi gaya kepemimpinan yang tegas dan nasionalis.
3. Rumen Radev (Presiden Bulgaria)
Sebelum terjun ke dunia politik, Rumen Radev adalah Letnan Jenderal dan mantan Kepala Staf Angkatan Udara Bulgaria.
Dia dikenal sebagai pilot tempur ulung dan sangat dihormati di militer.
Terpilih sebagai presiden sejak 2017, Radev memadukan ketegasan militer dengan kepedulian terhadap nilai-nilai Eropa dan demokrasi.
Radev adalah mantan Letnan Jenderal Angkatan Udara Bulgaria dan pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara sebelum terpilih sebagai presiden pada 2017.
4. Petr Pavel (Presiden Ceko)
Pavel bukan sembarang jenderal: dia adalah mantan Ketua Komite Militer NATO—posisi tertinggi dalam struktur militer organisasi pertahanan Atlantik Utara.
Terpilih sebagai Presiden Ceko pada 2023, Pavel membawa pendekatan internasional dan strategi keamanan yang tajam ke ranah sipil.
Dia dianggap sebagai simbol integritas dan kekuatan moral di tengah politik Eropa yang terpolarisasi.
5. Bajram Begaj (Presiden Albania)
Begaj adalah Letnan Jenderal dan pernah menjadi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Albania.
Dia naik ke kursi kepresidenan pada 2022 sebagai tokoh independen yang dihormati karena rekam jejak militernya.
Dalam perannya sebagai kepala negara, dia fokus pada stabilitas regional dan integrasi Albania ke dalam struktur Eropa.
(mas)
Lihat Juga :