Konklaf 2025 Sulit Diprediksi, Berikut 4 Alasannya

Rabu, 07 Mei 2025 - 02:35 WIB
loading...
A A A
Sebuah pemandangan acak di Roma minggu ini: Ketika seorang kardinal Afrika terlihat berjalan-jalan di jalan-jalan dekat Vatikan pada hari Jumat, dan bertanya: "Apakah sudah waktunya bagi seorang paus dari Afrika?" ia hanya mengangkat tangannya ke langit tanpa sepatah kata pun.

4. Melanjutkan Legasi Paus Fransiskus

Namun, beberapa kardinal dari generasi yang lebih tua tampaknya kembali. Sungguh mengejutkan melihat beberapa dari mereka muncul kembali setelah sebelumnya tampak terpinggirkan selama tahun-tahun di bawah Paus Fransiskus.

Menurut Crux, sebuah portal daring, Kardinal Opus Dei Peru Juan Luis Cipriani (81), yang dihukum Komisi Doktrin pada tahun 2019 setelah tuduhan pelecehan seksual, muncul di aula pertemuan pra-konklaf. Dan Kardinal AS Roger Mahony (88) juga terlihat di peti mati Paus. Ia dituduh menutup-nutupi — tampaknya dipadamkan dengan jutaan dolar.

Sementara itu, Kardinal Wina Christoph Schönborn (80) dan Kardinal Emeritus Jerman Walter Kasper (92), dua tokoh yang sangat dihormati dalam konklaf terakhir, mengekspresikan pandangan mereka dengan komitmen: Mereka bersikeras agar langkah Fransiskus dilanjutkan, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak dapat dihentikan. Kasper memperingatkan bahwa konklaf ini akan berlangsung lebih lama.

Apa yang dimaksud dengan "lebih lama"? Pada tahun 2013, konklaf berlangsung selama 27 jam; pada tahun 2005 berlangsung selama 26 jam. Konklaf terpanjang di abad ke-20 berlangsung selama total lima hari — pada tahun 1903. Saat itu, tidak ada prakonklaf yang ekstensif. Jadi, kita harus menunggu dan melihat.

"Polymarket," situs taruhan daring yang juga berfokus pada konklaf, telah mengumumkan bahwa sebagian besar taruhan saat ini adalah pada tanggal 9 Mei sebagai tanggal pemilihan paus. Namun, para kardinal kemungkinan tidak termasuk di antara para petaruh.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Pemakaman Pemimpin...
7 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Kepala Negara Terbanyak, Nomor 1 Pecahkan Rekor Dunia
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Paus Leo Sebut Perang...
Paus Leo Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal, Desak Gencatan Senjata Segera
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
5 Kebiasaan yang Bikin...
5 Kebiasaan yang Bikin Pencernaan Sehat dan Menurunkan Berat Badan
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Tak Selalu Aman, Sendok...
Tak Selalu Aman, Sendok Kayu Juga Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur
Berita Terkini
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved