Mirip Nazi, Produser TV Israel Serukan Holocaust Gaza dengan Gas

Selasa, 06 Mei 2025 - 10:31 WIB
loading...
Mirip Nazi, Produser...
Seorang produser TV Israel serukan Holocaust rakyat Palestina di Gaza dengan metode kamar gas, mirip dengan kejahatan Nazi Jerman di masa lalu. Foto/Screenshot video Al Jazeera
A A A
TEL AVIV - Seorang produser televisi terkenal di Israel telah terang-terangan menyerukan Holocaust terhadap rakyat Palestina di Gaza dengan metode kamar gas.

Cara seperti itu mirip dengan Holocaust Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler di masa lalu.

Produser televisi bernama Elad Barashi itu membuat seruannya di X. "Selamat pagi, biarlah terjadi Shoa (Holocaust) di Gaza," tulis Barashi, seperti dikutip dari The New Arab, Selasa (6/5/2025).

Dalam postingan lainnya, dia menulis: "Saya tidak mengerti orang-orang di Negara Israel yang tidak ingin memenuhi Gaza dengan pancuran gas...atau gerbong kereta...dan menyelesaikan cerita ini! Biarlah terjadi Holocaust di Gaza."

Baca Juga: Gawat! Zionis Israel Ingin Rebut Total Jalur Gaza!

"Siapa orang bodoh yang mengatakan ada 'orang tak bersalah' di Gaza? Siapa bandit tercela yang ingin membiarkan mereka melarikan diri ke negara-negara Arab atau Eropa dengan bebas?" imbuh dia.

Rentetan komentar berbahaya tersebut, yang awalnya ditulis dalam bahasa Ibrani pada bulan Februari dan beredar luas di internet, langsung dikecam oleh kelompok hak asasi manusia dan organisasi advokasi Palestina.

Mereka menggambarkan pernyataan tersebut sebagai genosida terang-terangan dan menunjukkan meningkatnya dehumanisasi dalam retorika seputar perang brutal Israel di Gaza.

Postingan Barashi tampaknya menganjurkan tindakan yang secara langsung merujuk pada metode yang digunakan selama genosida orang Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman, termasuk penggunaan kamar gas dan kereta deportasi.

Seruan Barashi muncul tersebut di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza karena meningkatnya perang dan blokade Israel terhadap Gaza semakin memicu reaksi keras.

Pernyataan kontroversial tersebut dengan cepat menarik perhatian media internasional, menyoroti keseriusan bahasa Barashi.

Para kritikus telah meminta tanggapan resmi dari otoritas penyiaran Israel dan mempertanyakan kebungkaman jaringan utama yang terkait dengan produser tersebut.

Barashi sebagian besar berafiliasi dengan Channel 14, jaringan televisi sayap kanan yang secara luas dianggap sebagai platform favorit Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk wawancara dan pengiriman pesan.

Belum ada permintaan maaf atau pernyataan publik dari Barashi hingga saat ini, dan akun X-nya tetap aktif.

Namun, seruan untuk mengeluarkannya dari penyiaran publik Israel dan tindakan hukum berdasarkan undang-undang hasutan Israel semakin meningkat.

Sementara itu, pengguna media sosial—termasuk beberapa dari Israel—telah mengecam komentar tersebut sebagai noda pada moral negara tersebut dan penghinaan terhadap memori historis Holocaust itu sendiri.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved