Sekjen PBB kepada India dan Pakistan: Hindari Konfrontasi Militer yang Bisa Lepas Kendali!
Selasa, 06 Mei 2025 - 08:26 WIB
loading...
A
A
A
Guterres mengatakan bahwa dia memahami perasaan yang tidak enak setelah serangan teror yang mengerikan di Pahalgam pada 22 April dan sekali lagi mengutuk keras serangan itu, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Serangan oleh kelompok The Resistance Front (TRF) itu menewaskan 26 turis Hindu di Kashmir.
"Menargetkan warga sipil tidak dapat diterima—dan mereka yang bertanggung jawab harus diadili melalui cara yang kredibel dan sah," kata Guterres.
"Penting juga—terutama pada saat kritis ini—untuk menghindari konfrontasi militer yang dapat dengan mudah lepas kendali," imbuh dia.
"Sekarang adalah waktunya untuk menahan diri secara maksimal dan mundur dari ambang kehancuran."
India menduga kelompok TRF berafiliasi dengan Lashkar-e-Taiba yang bermarkas di Pakistan. Islamabad menolak anggapan bahwa pihaknya mendukung serangan teror di Pahalgam, Kashmir.
India telah mengambil serangkaian tindakan terhadap Pakistan setelah serangan teror tersebut, termasuk penangguhan Perjanjian Perairan Indus, penutupan satu-satunya penyeberangan perbatasan darat di Attari dan penurunan hubungan diplomatik.
Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India berkomitmen untuk mengambil tindakan "tegas dan keras" terhadap teroris dan pendukungnya.
Modi juga mengatakan kepada petinggi pertahanan bahwa angkatan bersenjata India memiliki kebebasan operasional penuh untuk memutuskan cara, target, dan waktu respons terhadap serangan teror tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Pakistan meminta konsultasi tertutup mengenai situasi tersebut dan Kepresidenan Yunani telah menjadwalkan pertemuan pada sore hari pada 5 Mei.
Serangan oleh kelompok The Resistance Front (TRF) itu menewaskan 26 turis Hindu di Kashmir.
"Menargetkan warga sipil tidak dapat diterima—dan mereka yang bertanggung jawab harus diadili melalui cara yang kredibel dan sah," kata Guterres.
"Penting juga—terutama pada saat kritis ini—untuk menghindari konfrontasi militer yang dapat dengan mudah lepas kendali," imbuh dia.
"Sekarang adalah waktunya untuk menahan diri secara maksimal dan mundur dari ambang kehancuran."
India menduga kelompok TRF berafiliasi dengan Lashkar-e-Taiba yang bermarkas di Pakistan. Islamabad menolak anggapan bahwa pihaknya mendukung serangan teror di Pahalgam, Kashmir.
India telah mengambil serangkaian tindakan terhadap Pakistan setelah serangan teror tersebut, termasuk penangguhan Perjanjian Perairan Indus, penutupan satu-satunya penyeberangan perbatasan darat di Attari dan penurunan hubungan diplomatik.
Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India berkomitmen untuk mengambil tindakan "tegas dan keras" terhadap teroris dan pendukungnya.
Modi juga mengatakan kepada petinggi pertahanan bahwa angkatan bersenjata India memiliki kebebasan operasional penuh untuk memutuskan cara, target, dan waktu respons terhadap serangan teror tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Pakistan meminta konsultasi tertutup mengenai situasi tersebut dan Kepresidenan Yunani telah menjadwalkan pertemuan pada sore hari pada 5 Mei.
Lihat Juga :