Tembok Hijau China di Gurun Taklimakan: Ambisi Besar yang Sisakan Masalah Ekologis

Minggu, 04 Mei 2025 - 15:12 WIB
loading...
A A A
Penanaman hutan buatan dalam skala besar mengganggu habitat alami, menyebabkan penurunan populasi spesies asli. Kehadiran pohon-pohon tumbuh cepat menciptakan ekosistem monokultur yang menggeser sistem alami yang lebih beragam.

Kritik utama menyasar pendekatan penghijauan yang dianggap kurang berbasis sains dan minim visi ekologis jangka panjang. Alih-alih mengatasi akar penyebab penggurunan seperti penggunaan lahan yang tak berkelanjutan dan perubahan iklim, proyek ini lebih menekankan pencapaian visual jangka pendek.

Agar proyek tidak semakin merusak lingkungan, para ahli menyarankan perubahan strategi. China perlu fokus pada pemulihan ekosistem alami, pengelolaan lahan yang hemat air, dan perlindungan biodiversitas lokal. Prioritas seharusnya diberikan pada vegetasi asli yang sesuai dengan kondisi tanah dan iklim, serta upaya konservasi tanah yang dapat menjaga kesuburan lahan.

Studi ekologis jangka panjang juga penting dilakukan untuk menilai dampak sebenarnya dari penghijauan dan menyesuaikan strategi berdasarkan data yang valid.

Tanpa perubahan kebijakan ini, proyek Tembok Hijau berisiko menjadi warisan degradasi ekologis, bukan keberhasilan restorasi lingkungan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved