Tembok Hijau China di Gurun Taklimakan: Ambisi Besar yang Sisakan Masalah Ekologis

Minggu, 04 Mei 2025 - 15:12 WIB
loading...
A A A

Proses Desertifikasi


Salah satu masalah paling mendesak adalah penyusutan sumber air. Gurun Taklimakan merupakan wilayah kering dengan cadangan air yang sangat terbatas, sedangkan penghijauan besar-besaran membutuhkan irigasi intensif.

Sejumlah laporan menunjukkan bahwa permukaan air tanah menurun drastis, mengancam ekosistem dan permukiman warga.

Di Kabupaten Yutian, Prefektur Hotan, desertifikasi terus berlangsung dengan kecepatan 2–5 meter per tahun. Meski penghijauan telah menciptakan kawasan oasis buatan, kompetisi untuk mendapatkan air juga meningkat, menyebabkan kelangkaan air bagi komunitas sekitar.

Pengambilan air tanah berlebih untuk irigasi mengganggu siklus hidrologi alami, membuat kawasan ini semakin rentan terhadap kekeringan.

Penggunaan spesies pohon non-asli juga menyebabkan degradasi tanah. Komposisi tanah berubah, kemampuan menyimpan air dan nutrisi menurun, dan di beberapa wilayah kadar salinitas meningkat sehingga tumbuhan asli sulit bertahan.

Pendekatan mekanis seperti penggunaan jaring rumput dan penghalang buatan terbukti hanya memberikan solusi jangka pendek, tanpa menyentuh akar masalah penggurunan.

Degradasi Ekologis


Proyek ini juga berdampak buruk terhadap keanekaragaman hayati lokal. Gurun Taklimakan merupakan rumah bagi flora dan fauna unik yang telah beradaptasi dengan kondisi ekstrem.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved