Seorang Muslim Dibunuh Secara Brutal di Masjid Prancis dan Islam Dihina, Ini Respons Macron
Senin, 28 April 2025 - 06:59 WIB
loading...
A
A
A
"Pembunuhan seorang jamaah di masjid adalah kejahatan tercela yang pasti akan membuat hati seluruh rakyat Prancis gusar," imbuh Dewan Perwakilan Lembaga Yahudi Prancis (CRIF).
Penyerang tersebut hanya diketahui bernama Olivier A., lahir di Prancis pada tahun 2004 dan menganggur tanpa catatan kriminal.
"Dia berpotensi sangat berbahaya dan penting untuk menangkapnya sebelum dia menelan korban lebih banyak lagi," kata jaksa wilayah setempat Abdelkrim Grini.
"Namun, meskipun motif Islamofobia menjadi petunjuk yang "digarap sebagai prioritas oleh 70 penyidik... itu bukan satu-satunya," kata Grini.
"Ada unsur-unsur tertentu (yang) dapat menunjukkan bahwa motif ini mungkin bukan motif utama... atau satu-satunya motif," imbuhnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Grini berbicara di pusat wilayah Ales bersama Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau, seorang politisi sayap kanan garis keras yang bersikap keras terhadap imigrasi dan Islamisme.
Retailleau menekankan bahwa "kemungkinan terjadinya tindakan anti-Muslim sama sekali tidak diabaikan, justru sebaliknya."
Penyerang tersebut hanya diketahui bernama Olivier A., lahir di Prancis pada tahun 2004 dan menganggur tanpa catatan kriminal.
"Dia berpotensi sangat berbahaya dan penting untuk menangkapnya sebelum dia menelan korban lebih banyak lagi," kata jaksa wilayah setempat Abdelkrim Grini.
"Namun, meskipun motif Islamofobia menjadi petunjuk yang "digarap sebagai prioritas oleh 70 penyidik... itu bukan satu-satunya," kata Grini.
"Ada unsur-unsur tertentu (yang) dapat menunjukkan bahwa motif ini mungkin bukan motif utama... atau satu-satunya motif," imbuhnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Grini berbicara di pusat wilayah Ales bersama Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau, seorang politisi sayap kanan garis keras yang bersikap keras terhadap imigrasi dan Islamisme.
Retailleau menekankan bahwa "kemungkinan terjadinya tindakan anti-Muslim sama sekali tidak diabaikan, justru sebaliknya."
(mas)
Lihat Juga :