Moskow: Pengerahan Tentara NATO ke Ukraina Bakal Picu Perang Dunia III Melawan Rusia!

Jum'at, 25 April 2025 - 07:02 WIB
loading...
Moskow: Pengerahan Tentara...
Moskow peringatkan pengerahan tentara NATO ke Ukraina akan memicu Perang Dunia III melawan Rusia. Foto/NATO
A A A
MOSKOW - Pengerahan tentara NATO ke Ukraina dapat menyebabkan bentrokan antara Rusia dan aliansi tersebut, dan akhirnya menjadi Perang Dunia III.

Peringatan keras itu disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Rusia Sergey Shoigu.

Menurutnya, istilah "pasukan penjaga perdamaian" hanya digunakan sebagai kedok untuk tujuan sebenarnya, yakni membangun kendali atas Ukraina.

Para kepala pertahanan dari sejumlah negara anggota NATO—yang dipimpin oleh Inggris dan Prancis—telah membahas gagasan untuk menempatkan pasukan "penjaga perdamaian" di Ukraina.

Baca Juga: Awas Perang Dunia III, Bos NATO Warning Keras Putin: Jika Rusia Serang Sekutu, Maka...

Mereka mengeklaim pasukan tersebut akan berkontribusi pada perdamaian abadi antara Rusia dan Ukraina.

Rusia telah menolak pengerahan pasukan NATO, atau pun pasukan dari anggota blok di bawah "koalisi yang bersedia" ke Ukraina dengan dalih apa pun.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Kamis (24/4/2025) oleh kantor berita TASS, Shoigu, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan Rusia, menyatakan bahwa kehadiran "pasukan penjaga perdamaian" asing di "wilayah bersejarah Rusia" dapat memicu konfrontasi langsung antara Moskow dan NATO, yang berpotensi meningkat menjadi Perang Dunia III.

Menurutnya, risiko tersebut telah diakui oleh "politisi yang berakal sehat" di Eropa.

Shoigu percaya bahwa istilah "pasukan penjaga perdamaian" digunakan untuk menutupi tujuan sebenarnya untuk mendapatkan kendali atas wilayah Ukraina dan sumber dayanya. Dia berpendapat bahwa akan lebih akurat untuk menggambarkan pasukan seperti itu sebagai "penjajah" atau "pendudukan".

Shoigu juga mencatat bahwa Rusia telah menentang kehadiran pasukan militer NATO di Ukraina bahkan sebelum permusuhan dimulai.

Menurutnya, salah satu alasan utama mengapa Rusia melancarkan operasi militernya pada Februari 2022 adalah karena ancaman infrastruktur militer NATO yang dikerahkan ke Ukraina.

Shoigu mengatakan sebelum pecahnya permusuhan, Inggris sedang membangun pangkalan Angkatan Laut di kota OchakIv, di Wilayah Mykolaiv, Ukraina. Fasilitas itu, katanya, digunakan untuk melatih pasukan khusus Angkatan Laut Ukraina, dan berfungsi sebagai platform untuk melakukan operasi melawan Rusia.

Januari lalu, Kyiv dan London menandatangani perjanjian "Kemitraan 100 Tahun", yang berjanji untuk menjajaki pembangunan infrastruktur pertahanan di Ukraina—termasuk pangkalan militer, pusat logistik, dan persediaan peralatan.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bulan lalu mereka siap memimpin koalisi negara-negara Eropa untuk mendukung Kyiv dengan pasukan darat dan pesawat jika dan ketika Ukraina dan Rusia mencapai gencatan senjata.

Moskow telah memperingatkan terhadap pengerahan pasukan penjaga perdamaian yang tidak sah ke Ukraina, dengan mengatakan mereka akan dianggap sebagai target yang sah.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengeklaim bahwa rencana Barat untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina ditujukan untuk memperkuat kehadiran anti-Rusia di sana daripada mengejar penyelesaian yang sejati.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved