Mampukah PM Singapura Lawrence Wong Lepas dari Bayang-bayang Dinasti Lee Kuan Yew?

Selasa, 15 April 2025 - 23:55 WIB
loading...
A A A
Singapura meniru sistem pemungutan suara first-past-the-post di Inggris, tetapi ada perbedaan utama yang mempersulit partai oposisi.

Anggota parlemen bersaing untuk daerah pemilihan yang ukurannya bervariasi dan daerah pemilihan yang lebih besar tidak diwakili oleh seorang anggota parlemen, tetapi oleh tim yang terdiri dari hingga lima anggota parlemen - yang disebut Daerah Pemilihan Perwakilan Kelompok (GRC).

Sistem ini diperkenalkan pada tahun 1988 sebagai cara untuk memasukkan lebih banyak perwakilan dari kelompok minoritas Singapura di kota yang sebagian besar penduduknya Tionghoa - sehingga partai dapat "mengambil risiko" dengan mencalonkan satu atau dua kandidat minoritas.

Namun hingga beberapa tahun yang lalu, partai oposisi belum memiliki sumber daya untuk merekrut cukup banyak orang yang terampil dan berpengalaman untuk benar-benar bersaing di daerah pemilihan yang lebih besar ini.

Para kandidat juga harus menyetor 13.500 dolar Singapura untuk ikut serta dan harus memenangkan lebih dari seperdelapan dari total suara untuk mendapatkannya kembali.

Pembagian daerah pemilihan juga sering diubah untuk mencerminkan pertumbuhan populasi - partai-partai oposisi mengatakan hal ini tidak dilakukan secara transparan dan merupakan manipulasi daerah pemilihan, sesuatu yang selalu dibantah oleh pemerintah.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
Dituduh Spionase Iran,...
Dituduh Spionase Iran, 3 Orang Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup di Bahrain
Trump Tuduh China Intervensi...
Trump Tuduh China Intervensi Pilpres AS 2020 sehingga Kalah dari Joe Biden
Rekomendasi
Agent Kim Reactivated...
Agent Kim Reactivated Rajai Netflix Global, Jadi Drama Korea Terpopuler di 22 Negara
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Berita Terkini
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved