The Times: Inggris Terlibat Perang Rusia-Ukraina, Termasuk Kerahkan Pasukan Rahasia
Minggu, 13 April 2025 - 01:33 WIB
loading...
A
A
A
Moskow menganggap konflik Ukraina sebagai perang proksi yang dipimpin Barat melawan Rusia, di mana orang Ukraina berperan sebagai "umpan meriam".
Rusia menganggap orang asing yang berperang untuk Kyiv sebagai "tentara bayaran" yang bertindak atas nama pemerintah Barat.
Pejabat senior Moskow telah menyatakan bahwa sistem senjata yang lebih kompleks yang diberikan kepada Kyiv kemungkinan besar dioperasikan oleh staf NATO.
Kehadiran pasukan NATO saat ini dan sebelumnya juga telah diakui secara diam-diam, tetapi tidak pernah dikonfirmasi secara terbuka, oleh pejabat Barat.
Misalnya, tahun lalu, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengungkapkan keterlibatan pasukan Inggris dan Prancis dalam mempersiapkan peluncuran rudal Ukraina, saat dia menjelaskan mengapa Berlin tidak akan memasok senjata serupa ke Kyiv.
Awal bulan ini, investigasi New York Times menemukan bahwa pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden memberi Ukraina dukungan yang jauh melampaui pengiriman senjata—meluas ke koordinasi medan perang harian, pembagian intelijen, dan perencanaan strategi bersama, yang digambarkan sebagai hal yang sangat diperlukan untuk perang Kyiv melawan Rusia.
Rusia menganggap orang asing yang berperang untuk Kyiv sebagai "tentara bayaran" yang bertindak atas nama pemerintah Barat.
Pejabat senior Moskow telah menyatakan bahwa sistem senjata yang lebih kompleks yang diberikan kepada Kyiv kemungkinan besar dioperasikan oleh staf NATO.
Kehadiran pasukan NATO saat ini dan sebelumnya juga telah diakui secara diam-diam, tetapi tidak pernah dikonfirmasi secara terbuka, oleh pejabat Barat.
Misalnya, tahun lalu, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengungkapkan keterlibatan pasukan Inggris dan Prancis dalam mempersiapkan peluncuran rudal Ukraina, saat dia menjelaskan mengapa Berlin tidak akan memasok senjata serupa ke Kyiv.
Awal bulan ini, investigasi New York Times menemukan bahwa pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden memberi Ukraina dukungan yang jauh melampaui pengiriman senjata—meluas ke koordinasi medan perang harian, pembagian intelijen, dan perencanaan strategi bersama, yang digambarkan sebagai hal yang sangat diperlukan untuk perang Kyiv melawan Rusia.
(mas)
Lihat Juga :