Mengapa 6 Pesawat Pengebom Nuklir B-2 Amerika Serikat Muncul di Pulau Terpencil?

Sabtu, 12 April 2025 - 07:23 WIB
loading...
A A A
"Hanya karena pergerakan pesawat pengebom adalah sebuah sinyal, bukan berarti itu gertakan, dalam artian bahwa unjuk kekuatan yang sama yang berdampak pada pemaksaan Iran juga merupakan persiapan untuk penggunaan kekuatan, jika memang diperlukan," kata Press.

Pergerakan B-2 tampaknya sejalan dengan strategi yang lebih luas untuk memindahkan aset militer ke kawasan tersebut guna memperkuat posisi Amerika Serikat, menurut Dana Stroul, Direktur Riset di The Washington Institute for Near East Policy dan mantan Wakil Asisten Menteri Pertahanan untuk Timur Tengah selama pemerintahan Joe Biden.

"Apa yang mereka lakukan adalah serangkaian peningkatan postur di seluruh Timur Tengah untuk memperkuat pernyataan Trump untuk menggunakan kekuatan militer jika diplomasi gagal." katanya.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga bersumpah untuk memberikan "pukulan keras dan timbal balik" jika Amerika Serikat menyerang Iran terlebih dahulu.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran bersedia terlibat dalam negosiasi tidak langsung dengan AS setelah pemerintahan Trump mengirim surat resmi kepada Iran yang meminta untuk memulai kembali hubungan diplomatik dengan negara tersebut.

Trump menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran selama masa jabatan pertamanya.

JCPOA adalah kesepakatan antara Iran dengan negara-negara besar termasuk AS, yang dinegosiasikan selama pemerintahan Barack Obama, dirancang untuk membatasi pengembangan senjata nuklir Iran.

Sejak menjabat kembali pada bulan Januari tahun ini, Trump telah mencoba untuk melibatkan kembali Iran dalam pembicaraan diplomatik mengenai pengembangan senjata nuklir mereka, dengan mengancam eskalasi militer jika diplomasi tidak tercapai.

"Tidak seorang pun di kawasan tersebut menginginkan lebih banyak perang, dan tantangan dengan Amerika Serikat yang menggunakan kekuatan militer terhadap Iran adalah apakah hal itu dapat dibendung atau tidak...atau apakah ini meningkat menjadi Perang Dunia III di Timur Tengah," kata Stroul.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved