Prancis Akan Akui Negara Palestina, Israel Sebut Itu Sebagai Semangat dan Kemenangan bagi Hamas
Kamis, 10 April 2025 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Presiden Emmanuel Macron mengatakan Prancis dapat mengakui negara Palestina “dalam beberapa bulan mendatang”.
Macron mengatakan kepada televisi France 5 pada hari Rabu bahwa ia bermaksud untuk menuntaskan langkah tersebut pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang konflik Israel-Palestina, yang akan diketuai bersama oleh negaranya dengan Arab Saudi pada bulan Juni.
“Kita harus bergerak menuju pengakuan, dan kita akan melakukannya dalam beberapa bulan mendatang,” kata Macron.
“Saya tidak melakukannya untuk menyenangkan siapa pun. Saya akan melakukannya karena pada suatu saat itu akan benar,” katanya.
Menteri luar negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pengakuan Prancis akan menjadi “langkah ke arah yang benar sejalan dengan perlindungan hak-hak rakyat Palestina dan solusi dua negara”.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan setiap "pengakuan sepihak" atas negara Palestina akan menjadi "dorongan bagi Hamas".
"Sebuah 'pengakuan sepihak' atas negara Palestina fiktif, oleh negara mana pun, dalam kenyataan yang kita semua tahu, akan menjadi hadiah bagi teror dan dorongan bagi Hamas," tulisnya di X.
"Tindakan semacam ini tidak akan mendekatkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan kita - tetapi sebaliknya: mereka hanya akan semakin menjauhkannya," katanya.
Macron mengatakan kepada televisi France 5 pada hari Rabu bahwa ia bermaksud untuk menuntaskan langkah tersebut pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang konflik Israel-Palestina, yang akan diketuai bersama oleh negaranya dengan Arab Saudi pada bulan Juni.
“Kita harus bergerak menuju pengakuan, dan kita akan melakukannya dalam beberapa bulan mendatang,” kata Macron.
“Saya tidak melakukannya untuk menyenangkan siapa pun. Saya akan melakukannya karena pada suatu saat itu akan benar,” katanya.
Menteri luar negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pengakuan Prancis akan menjadi “langkah ke arah yang benar sejalan dengan perlindungan hak-hak rakyat Palestina dan solusi dua negara”.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan setiap "pengakuan sepihak" atas negara Palestina akan menjadi "dorongan bagi Hamas".
"Sebuah 'pengakuan sepihak' atas negara Palestina fiktif, oleh negara mana pun, dalam kenyataan yang kita semua tahu, akan menjadi hadiah bagi teror dan dorongan bagi Hamas," tulisnya di X.
"Tindakan semacam ini tidak akan mendekatkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan kita - tetapi sebaliknya: mereka hanya akan semakin menjauhkannya," katanya.
Lihat Juga :