Prancis Akan Akui Negara Palestina, Israel Sebut Itu Sebagai Semangat dan Kemenangan bagi Hamas

Kamis, 10 April 2025 - 16:29 WIB
loading...
A A A
Palestina telah diakui sebagai negara berdaulat oleh 147 dari 193 anggota PBB sejauh ini, dengan Armenia, Slovenia, Irlandia, Norwegia, Spanyol, Bahama, Trinidad dan Tobago, Jamaika, dan Barbados bergabung dengan barisan mereka tahun lalu.

Namun, meskipun dukungan internasional terhadap negara Palestina semakin meningkat, beberapa negara Barat besar seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Jerman masih belum memberikan pengakuan.

Macron mengatakan bahwa ia meramalkan "dinamika kolektif", yang memungkinkan beberapa negara di Timur Tengah untuk mengakui Israel negara pada gilirannya.

Negara-negara yang tidak mengakui Israel termasuk Arab Saudi, Iran, Irak, Suriah, dan Yaman.

Macron mengatakan bahwa mengakui Palestina sebagai sebuah negara akan memungkinkan Prancis “untuk bersikap jelas dalam melawan mereka yang menolak hak Israel untuk eksis, seperti halnya Iran, dan berkomitmen pada keamanan kolektif di kawasan tersebut”.

Prancis telah lama memperjuangkan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina, melanjutkan kebijakannya setelah serangan 7 Oktober 2023 oleh kelompok bersenjata Palestina Hamas terhadap Israel.

Namun, pengakuan resmi Paris atas negara Palestina akan menandai perubahan kebijakan besar dan dapat membuat Israel marah, yang bersikeras bahwa langkah-langkah seperti itu oleh negara asing masih terlalu dini.

Dalam perjalanan baru-baru ini ke Mesir, Macron mengadakan pembicaraan dengan Presiden Abdel Fattah el-Sisi dan Raja Yordania Abdullah II, menjelaskan dengan jelas bahwa ia sangat menentang pemindahan atau aneksasi apa pun di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Presiden Emmanuel Macron...
Presiden Emmanuel Macron dan Istri Nonton Konser BTS di Paris, Penggemar Heboh
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Menteri Singapura Mendadak...
Menteri Singapura Mendadak Mundur usai Kontroversi Pesan Pribadi dengan Seorang Perempuan
Rekomendasi
Aktivis Pemuda Apresiasi...
Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Berita Terkini
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved