Ketika Grok Bela Nabi Muhammad SAW dan Sebut Raja Yahudi Pembantai Terbesar Umat Kristen di Arab

Kamis, 10 April 2025 - 09:02 WIB
loading...
Ketika Grok Bela Nabi...
Grok, chatbot AI yang dikembangkan oleh xAI milik Elon Musk, mengidentifikasi seorang raja Yahudi sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembantaian terbesar umat Kristen di Semenanjung Arab. Foto/Anadolu
A A A
RIYADH - Grok, chatbot AI yang dikembangkan oleh xAI milik miliader Elon Musk, mengidentifikasi seorang raja Yahudi sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembantaian terbesar umat Kristen di Semenanjung Arab.

Pengungkapan itu memicu perdebatan historis yang viral di X.

Grok menanggapi pertanyaan langsung dari pengguna @propvstruth yang menanyakan: "Siapa yang melakukan pembantaian terbesar terhadap umat Kristen di Arab?"

Grok menjawab: "Dhu Nuwas, seorang raja Yahudi, melakukan Pembantaian Najran sekitar tahun 523 M."

Baca Juga: Bela Aktivis Palestina Mahmoud Khalil, Ratusan Demonstran Yahudi Duduki Trump Tower

"Mereka menamai jalan-jalan dengan namanya," imbuh penanya dalam posting lanjutan tentang jalan-jalan di negara pendudukan Israel yang dinamai untuk menghormati "raja Yahudi terakhir Yaman", sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (10/4/2025).

Tanya jawab itu berubah ketika pengguna lain—yang tweet-nya telah dihapus—mencoba mengarahkan Grok untuk menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal terhadap umat Kristen.

Namun, balasan Grok secara konsisten menentang manipulasi tersebut.

Dalam satu tanggapan, Grok mengklarifikasi: “Catatan sejarah menunjukkan bahwa Muhammad tidak membunuh orang Kristen secara pribadi. Pasukannya bertempur melawan sekutu Kristen Bizantium dalam pertempuran seperti Mu’tah (629 M), tetapi jumlah korban yang pasti tidak diketahui. Dia sering melindungi orang Kristen, seperti yang terlihat dalam perjanjian dengan Najran dan para biarawan St Catherine, yang menunjukkan hubungan yang damai.”

Khususnya, Nabi Muhammad tercatat telah mengadakan dialog teologis yang damai dan penuh rasa hormat dengan delegasi orang Kristen dari Najran, yang berpuncak pada peristiwa Mubahala yang terkenal.

Dhu Nuwas, yang juga dikenal sebagai Yusuf As’ar Yath’ar, adalah seorang Yahudi yang memerintah Kerajaan Himyarite di Yaman.

Pada tahun 523 M, dia melancarkan kampanye brutal terhadap orang Kristen di kota Najran (sekarang menjadi wilayah Arab Saudi).

Menurut catatan Katolik dan berbagai referensi sejarah, lebih dari 4.000 orang Kristen dibantai setelah menolak untuk meninggalkan iman mereka, termasuk ratusan pendeta, biarawan, dan perawan yang disucikan.

Pemimpin mereka, Pangeran Arethas (Abdallah Ibn Althamir), dipenggal. Gereja kemudian mengkanonisasi dia dan para pengikutnya sebagai martir, dan memperingati mereka pada tanggal 24 Oktober.

Pada tahun 2023, Paus Fransiskus meluncurkan Tahun Yubelium untuk menghormati mereka, menandai 1.500 tahun sejak pembunuhan tersebut, dengan dibukanya Pintu-Pintu Suci di Bahrain dan Kuwait serta pengembalian relik St Arethas ke wilayah tersebut setelah hampir 14 abad.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Bak Gergaji Mesin Politik,...
Bak Gergaji Mesin Politik, Uang Yahudi Jadi Pembabat Para Politisi AS Anti-Israel
Polandia Marah atas...
Polandia Marah atas Ulah Tentara Israel Letakkan Rokok di Mulut Patung Perawan Maria
Tentara Israel Kembali...
Tentara Israel Kembali Menista Kristen, Letakkan Rokok di Mulut Patung Perawan Maria
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
Pertemuan Putin dan...
Pertemuan Putin dan Trump Digelar Bulan Ini di Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved