AS Klaim Lebih dari 100 Target Houthi Sudah Dibom

Rabu, 09 April 2025 - 08:00 WIB
loading...
A A A
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan pada hari Senin bahwa kampanye pengeboman tersebut masih jauh dari selesai. "Ini akan menjadi lebih buruk," katanya, menggambarkan operasi intensif yang akan datang.

Presiden AS Donald Trump juga menyuarakan pernyataan pemerintah bahwa serangan AS telah menewaskan beberapa tokoh senior Houthi dan pakar senjata. Namun, Gedung Putih belum memberikan bukti untuk mendukung pernyataan ini, dan pejabat Pentagon menolak memberikan rincian lebih lanjut.

Meskipun kritik semakin meningkat atas biaya dan efektivitas kampanye pengeboman tersebut—laporan media AS menunjukkan operasi tersebut telah menelan biaya hampir USD1 miliar—pejabat senior pertahanan tetap bersikeras bahwa upaya tersebut mencapai tujuannya.

Hegseth telah menepis keraguan tersebut, dengan bersikeras bahwa kampanye pengeboman tersebut telah dibenarkan dan berhasil.

Pejabat pertahanan AS tersebut mengatakan kepada Al Arabiya English pada hari Selasa bahwa Houthi masih memiliki kemampuan, tetapi itu terutama karena dukungan yang diberikan oleh Iran selama hampir 10 tahun.

"Kami telah melihat kemajuan tetapi tidak memiliki hal tambahan untuk ditawarkan saat ini," imbuh pejabat tersebut.

"Ketika Houthi berhenti menembaki kami, kami akan berhenti menembaki mereka," kata pejabat tersebut, mengutip komentar sebelumnya oleh Hegseth.

Ketika ditanya tentang korban sipil, pejabat tersebut mengatakan Pentagon menanggapi tuduhan korban sipil dengan serius dan memiliki proses untuk meninjaunya.

Dalam unjuk kekuatan lebih lanjut, Hegseth baru-baru ini memerintahkan skuadron tambahan dan aset pertahanan udara ke wilayah tersebut. Sebuah kapal induk kedua dialihkan dari Indo-Pasifik untuk memperkuat kehadiran AS di Timur Tengah, bersamaan dengan pengerahan baterai rudal Patriot dan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
AS Klaim Perjanjian...
AS Klaim Perjanjian Damai dengan Iran Diteken Hari Ini, Teheran: Tak  Akan Terjadi!
Rekomendasi
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Australia Tumbangkan...
Australia Tumbangkan Turki 2-0, Socceroos Kirim Ancaman di Piala Dunia 2026
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Berita Terkini
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved