Mengejutkan, Miliarder AS Bill Ackman Desak Trump Hentikan Perang Nuklir Ekonomi di Setiap Negara

Selasa, 08 April 2025 - 12:56 WIB
loading...
Mengejutkan, Miliarder...
Miliarder AS Bill Ackman mendesak Presiden Donald Trump menghentikan apa yang dia sebut perang nuklir ekonomi di setiap negara. Foto/Wikipedia
A A A
WASHINGTON - Miliarder Amerika Serikat (AS) Bill Ackman telah mendesak Presiden Donald Trump menghentikan apa yang dia sebut "perang nuklir ekonomi di setiap negara". Desakan ini mengejutkan karena Ackman merupakan pendukung Trump.

Ackman, yang terkenal sebagai miliarder investor, mengatakan Presiden Trump kehilangan kepercayaan dari para pemimpin bisnis dan harus menghentikan perang dagangnya—yang dapat menyebabkan keruntuhan ekonomi sekaligus paling merugikan para pendukungnya.

"Presiden memiliki kesempatan untuk meminta waktu jeda 90 hari," kata Ackman dalam sebuah posting di X, seperti dikutip The Guardian, Selasa (8/4/2025).

Jeda itu mengacu pada wakti untuk menyelesaikan masalah perdagangan melalui negosiasi.

Baca Juga: Balas Tarif Trump, Cara China Ini Bisa Buyarkan Proyek Jet Tempur Siluman F-47 AS

"Jika, di sisi lain...kita meluncurkan perang nuklir ekonomi di setiap negara di dunia, investasi bisnis akan terhenti, konsumen akan menutup dompet dan buku saku mereka, dan kita akan sangat merusak reputasi kita dengan seluruh dunia yang akan memakan waktu bertahun-tahun dan berpotensi puluhan tahun untuk direhabilitasi," papar miliarder tersebut.

Meskipun Trump menjadikan penerapan tarif sebagai bagian dari kampanye pemilu-nya yang dia menangkan pada tahun 2024, yang didukung oleh Ackman, unggahan X dari miliarder itu mengatakan: "Ini bukan yang kami pilih."

Unggahan Ackman muncul setelah tarif Trump menghapus USD6 triliun dari saham AS. Pasar Asia dan Eropa juga merosot.

Tarif Trump adalah 10% secara keseluruhan, dengan tarif yang lebih tinggi ditujukan untuk sekitar 60 negara.

Minggu malam di Air Force One, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah menghabiskan akhir pekan untuk berbicara dengan para pemimpin dari Eropa dan Asia yang mencoba meyakinkannya untuk menurunkan tarifnya--beberapa di antaranya setinggi 50% dan akan mulai berlaku minggu ini.

Namun Trump mengatakan bahwa negara-negara tersebut perlu membayar "banyak uang setiap tahun" agar dia mempertimbangkan kembali.

Dalam postingannya, Ackman juga mengatakan: “Dengan mengenakan tarif yang besar dan tidak proporsional pada teman dan musuh kita dan dengan demikian meluncurkan perang ekonomi global terhadap seluruh dunia sekaligus, kita sedang dalam proses menghancurkan kepercayaan pada negara kita sebagai mitra dagang, sebagai tempat untuk berbisnis, dan sebagai pasar untuk menginvestasikan modal.”

"Tetap pada jalur yang benar berarti menuju musim dingin nuklir ekonomi yang ditimbulkan sendiri, dan kita harus mulai bertahan," imbuh postingan Ackman. "Semoga pikiran yang lebih dingin menang.”

Tidak ada indikasi langsung bahwa desakan seperti yang diajukan Ackman akan meyakinkan Trump. Selama pembicaraannya dengan wartawan di Air Force One pada hari Minggu, Trump berkata: "Saya tidak ingin ada yang terjadi. Namun terkadang Anda harus minum obat untuk memperbaiki sesuatu."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
OTT Bupati Kuansing,...
OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Pajero Sport dan Transaksi Cicilan Land Cruiser
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved