Hamas Tembakkan 10 Roket ke Israel sebagai Respons Atas Pembantaian Warga Gaza

Senin, 07 April 2025 - 08:17 WIB
loading...
Hamas Tembakkan 10 Roket...
Hamas tembakkan 10 roket ke Israel sebagai respons atas pembantaian warga Gaza. Foto/MDA Spokesperson
A A A
GAZA - Kelompok Hamas mengatakan pihaknya telah menembakkan sekitar 10 roket ke kota-kota di selatan Israel pada hari Minggu. Itu sebagai respons atas pembantaian warga sipil di Gaza oleh militer Zionis.

Militer Israel mengakui ada sekitar 10 proyektil yang ditembakkan dari Gaza, tetapi mengeklaim berhasil mencegat sebagian besar proyektil tersebut.

Channel 12 Israel melaporkan serangan roket di kota selatan Ashkelon.

Baca Juga: Menyayat Hati, Ini Kata-kata Terakhir Paramedis Palestina sebelum Dieksekusi Tentara Israel

Layanan darurat Israel mengatakan mereka merawat satu orang yang cedera akibat pecahan peluru dan tim sedang dalam perjalanan ke lokasi roket yang jatuh.

Layanan tersebut juga merilis video yang menunjukkan kaca mobil yang pecah dan puing-puing berserakan di jalan-jalan.

Kemudian pada hari Minggu, militer Israel memposting perintah evakuasi baru di X, yang menginstruksikan penduduk beberapa distrik di kota Deir Al-Balah di Jalur Gaza tengah untuk meninggalkan daerah mereka, dengan alasan penembakan roket sebelumnya.

"Ini adalah peringatan terakhir sebelum serangan," bunyi peringatan militer Israel, seperti dikutip dari The New Arab, Senin (7/4/2025).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang sedang dalam penerbangan ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, diberi pengarahan tentang serangan roket tersebut oleh Menteri Pertahanannya, Israel Katz.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya mengatakan Netanyahu menginstruksikan agar respons "kuat" dilakukan dan menyetujui kelanjutan aktivitas intensif oleh militer Israel.

Otoritas kesehatan setempat di Gaza mengatakan serangan militer Israel menewaskan sedikitnya 44 orang di seluruh Jalur Gaza pada hari Minggu.

Fase pertama gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada tanggal 19 Januari setelah 15 bulan perang dan melibatkan penghentian pertempuran, pembebasan beberapa tawanan Israel yang ditahan oleh Hamas, dan pembebasan beberapa tahanan Palestina.

Namun, Israel mengatakan pada 19 Maret bahwa pasukannya melanjutkan operasi darat di Jalur Gaza bagian tengah dan selatan. Kedua pihak saling menyalahkan atas kebuntuan dalam pembicaraan gencatan senjata.

Lebih dari 50.000 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel di Gaza, kata pejabat Palestina.

Perang di Gaza pecah setelah ribuan orang bersenjata yang dipimpin Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan menculik 251 orang sebagai sandera, menurut penghitungan Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved