Tak Hanya pada Indonesia, Trump Terapkan Tarif untuk Israel dalam Perang Dagang Global

Kamis, 03 April 2025 - 09:19 WIB
loading...
Tak Hanya pada Indonesia,...
Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif untuk berbagai negara di Gedung Putih. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif yang berlaku luas terhadap banyak negara pada hari Rabu (2/4/2025), termasuk Indonesia dan Israel.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strateginya yang digembar-gemborkan sebagai ‘America First’ yang bertujuan meningkatkan produksi dalam negeri dan memperbaiki apa yang disebut presiden sebagai praktik perdagangan yang tidak adil.

Sebagai bagian dari tarif globalnya yang luas, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan pungutan sebesar 17% pada impor dari Israel.



Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich telah menandatangani perintah pada hari Selasa untuk menghapus semua tarif pada produk Amerika dengan harapan dapat menghindari tindakan balasan AS.

AS dan Israel telah memiliki perjanjian perdagangan bebas yang membebaskan banyak produk dari tarif.

Keputusan Smotrich masih memerlukan persetujuan dari Knesset.

Menurut data pemerintah, AS mengimpor barang-barang Israel senilai USD22,2 miliar pada tahun 2024; ekspor Amerika ke Israel berjumlah USD14,8 miliar.

Israel menerima miliaran dolar dalam bentuk bantuan militer AS setiap tahunnya.

Rangkaian tarif baru tersebut meningkatkan perang dagang yang dimulai Trump sebelumnya dengan China, Kanada, dan Meksiko.

“Tatanan perdagangan global saat ini memungkinkan mereka yang menggunakan praktik perdagangan yang tidak adil untuk maju, sementara mereka yang bermain sesuai aturan tertinggal,” ungkap Gedung Putih.

Gedung Putih menjelaskan, “Pada tahun 2024, defisit perdagangan barang kita melampaui USD1,2 triliun, krisis yang tidak berkelanjutan yang diabaikan oleh kepemimpinan sebelumnya.”

Hari Pembebasan


Trump membingkai tarif ‘Hari Pembebasan’-nya sebagai sarana untuk memulihkan neraca perdagangan.

Dia sering menuduh negara-negara asing menyalahgunakan keterbukaan pasar Amerika dan “merampok” rakyat Amerika.

“Menurut saya, ini adalah salah satu hari terpenting dalam sejarah Amerika. Ini adalah deklarasi kemerdekaan ekonomi kita,” ungkap Trump kepada wartawan di Rose Garden.

“Kami akan meningkatkan basis industri domestik kami. Kami akan membuka pasar asing dan mendobrak hambatan perdagangan asing, dan akhirnya, lebih banyak produksi di dalam negeri akan berarti persaingan yang lebih kuat dan harga yang lebih rendah bagi konsumen,” ujar dia.

Tarif Dasar


AS akan mengenakan tarif dasar 10% pada semua impor, yang akan berlaku pada tanggal 5 April. Presiden berpendapat tindakan tersebut diperlukan untuk melindungi produsen Amerika.

Bea Timbal Balik


Selain itu, Trump mengatakan dia akan menampar puluhan negara yang memiliki defisit perdagangan besar dengan AS dengan “tarif timbal balik yang lebih tinggi secara individual,” yang akan berlaku pada tanggal 9 April.

Dia menggambarkan negara-negara yang terkena bea tambahan sebagai “pelanggar terburuk.”

Negara-negara yang dikenakan tarif “timbal balik” termasuk Indonesia (32%), China (34%), India (26%), Jepang (24%), Korea Selatan (25%), Afrika Selatan (30%), dan Inggris (10%).

Impor UE Terkena


Trump mengenakan bea 20% pada barang-barang dari UE. Ia mengatakan total pungutan blok tersebut atas barang-barang Amerika berjumlah 39% dan perusahaan-perusahaan AS membayar lebih dari USD200 miliar per tahun dalam bentuk pajak pertambahan nilai di negara-negara Eropa.

"Uni Eropa, mereka sangat tangguh... Mereka menipu kita. Sungguh menyedihkan melihatnya. Sungguh menyedihkan," ujar Trump.

Tarif Mobil akan Berlaku


Presiden AS mengonfirmasi tarif 25% untuk mobil dan truk akan berlaku pada tanggal 3 April, dan tarif 25% untuk suku cadang mobil akan berlaku pada tanggal 3 Mei.

Tarif tersebut akan mencakup kendaraan dan suku cadang senilai USD600 miliar yang diimpor setiap tahun, menurut Reuters.

Pasar Terguncang


Pengumuman tersebut mengguncang pasar saham, karena kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 2,5%, sementara kontrak berjangka S&P 500 turun 3,6%, dan kontrak berjangka Nasdaq-100 turun 4,5%, menurut CNBC.

Saham sejumlah perusahaan besar AS juga terpukul. Apple, Nike, dan Tesla milik Elon Musk masing-masing kehilangan sekitar 7%.

Baca juga: Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
IPB University Akan...
IPB University Akan Buka Jalur RPL untuk Penerimaan Mahasiswa Baru S1 dan Pascasarjana
Daftar Top Skor Piala...
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Mbappe Samai Messi
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved