Mengapa India Pilih Beli 156 Helikopter Tempur Buatan Dalam Negeri Senilai Rp120 Triliun Ketimbang Produksi Asing?

Minggu, 30 Maret 2025 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Peluncuran resmi helikopter tempur ringan ke angkatan udara berlangsung pada Oktober 2022. Sebelum kesepakatan baru ini, pemerintah telah menyetujui produksi 15 LCH. Dari jumlah tersebut, 10 untuk IAF dan 5 untuk angkatan darat.

4. Helikopter yang Dikaitkan dengan Konflik Kargil

Proyek LCH dimulai setelah konflik Kargil pada tahun 1999, yang mengungkap perlunya helikopter tempur yang mampu beroperasi di ketinggian ekstrem. HAL mengembangkan helikopter untuk memenuhi persyaratan ini, dan kesepakatan terbaru akan menjadi pesanan terbesar bagi perusahaan sejauh ini. Pesawat tempur itu akan dibangun di pabrik mereka di Bengaluru dan Tumkur di Karnataka.

Pesanan baru itu dipandang sebagai dorongan besar bagi manufaktur pertahanan dalam negeri di bawah inisiatif "Buatan India" yang dipromosikan oleh pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

Dewan Akuisisi Pertahanan India awal bulan ini telah memberikan persetujuan awal untuk pembelian senjata dan peralatan yang melebihi 540 miliar rupee (USD6,26 miliar), yang ditujukan untuk memperkuat kemampuan militer negara itu.

Akuisisi yang diusulkan meliputi mesin yang ditingkatkan untuk tank tempur T-90 buatan Rusia milik Angkatan Darat India, torpedo antikapal selam tambahan untuk Angkatan Laut, dan sistem peringatan dini dan kontrol udara untuk Angkatan Udara.

Komite Keamanan Kabinet India (CCS) juga baru-baru ini menyetujui kesepakatan senilai USD823 juta untuk membeli lebih dari 300 howitzer 155mm yang dikembangkan di dalam negeri, atau Sistem Senjata Artileri Derek Canggih (ATAGS).
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
Berita Terkini
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Infografis
Skadron Udara 4 Kedatangan...
Skadron Udara 4 Kedatangan 9 Pesawat Baru Produksi Dalam Negeri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved