Langka! Eks Pilot Jet Tempur Israel Serukan Diakhirinya Genosida di Gaza, Tuntut Para Pelaku Diadili

Kamis, 27 Maret 2025 - 19:15 WIB
loading...
Langka! Eks Pilot Jet...
Eks Pilot Angkatan Udara Israel Yonatan Shapira. Foto/Ryan Rodrick Beiler
A A A
TEL AVIV - Mantan pilot Angkatan Udara Israel Yonatan Shapira menyerukan diakhirinya pembantaian di Gaza dan menuduh negara-negara Barat mendukung genosida yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina di daerah kantong itu.

"Tidak ada pasukan lain di wilayah itu yang telah membunuh warga sipil tak berdosa sebanyak pilot Israel," ungkap Yonatan Shapira kepada Anadolu.

Shapira mengundurkan diri dari militer pada tahun 2003. Dia menjabat sebagai pemimpin skuadron di Angkatan Udara Israel selama intifada Palestina kedua, ketika pesawat tempur Israel dikirim ke Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon untuk membunuh warga sipil.

"Saya mulai menyadari bahwa ini adalah tindakan terorisme," tegas dia.

Shapira mengingat satu serangan udara di mana satu bom seberat 1.000 ton dijatuhkan di rumah di salah satu distrik terpadat di Gaza pada tengah malam, menewaskan banyak warga sipil, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak.

“Para pelaku pembantaian di Gaza ini tidak boleh lolos dari keadilan. Mereka harus ditangkap, diinterogasi, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup,” tegas dia.

Dia menunjukkan, jika tentara dan perwira Israel tahu mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka, mereka akan berpikir dua kali sebelum melakukan pembantaian.

Shapira mengkritik kebungkaman global atas serangan militer Israel di Gaza dan dukungan tidak langsung yang diberikan beberapa negara Barat dengan memasok senjata dan jet tempur.

“Sebagian besar negara Barat dan Eropa terlibat dalam genosida ini,” ungkap dia.

Dia menekankan, “Kegagalan mereka untuk berhenti mendukung Israel adalah alasan mengapa hal itu terus berlanjut.”

“Tidak seorang pun berhak untuk tetap diam,” tegas dia.

Dia menjelaskan, “Beginilah Holocaust terjadi pada leluhur saya, dan beginilah genosida di Gaza terjadi sekarang.”

Shapira mencatat warga Palestina di Gaza tahu persis siapa yang bertanggung jawab. “Mereka menemukan pecahan rudal di reruntuhan dan dapat melihat itu dibuat di Inggris dan AS,” papar dia.

Mantan pilot Israel tersebut menggambarkan pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai "lebih buruk daripada pemerintahan yang buruk" dan "mirip Nazi."

Dia juga menuduh mereka yang menormalisasi hubungan dengan Israel terlibat dalam kejahatannya.

Sejumlah negara Arab telah menormalisasi hubungan dengan rezim apartheid Israel, meski Zionis terus membantai warga Palestina jauh sebelum perjanjian itu dibuat.

Baca juga: Militer Israel Bunuh Juru Bicara Hamas saat Serangan Brutal di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Berita Terkini
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved