Trump 'Damaikan' Serbia-Kosovo, Dukungan untuk Israel Syaratnya

Sabtu, 05 September 2020 - 02:52 WIB
loading...
A A A
Dalam pernyataan langka yang dikeluarkan setelah dimulainya hari Sabat Yahudi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berterima kasih kepada presiden Serbia karena telah memindahkan kedutaan ke Yerusalem. Dia juga menegaskan bahwa Israel dan Kosovo akan menjalin hubungan diplomatik dan mengatakan Kosovo juga akan membuka kedutaan besarnya di Yerusalem.

"Kosovo akan menjadi negara mayoritas Muslim pertama yang membuka kedutaan besar di Yerusalem," kata Netanyahu.

"Seperti yang saya katakan dalam beberapa hari terakhir, lingkaran perdamaian dan pengakuan Israel semakin melebar dan diharapkan dapat menambah negara tambahan," imbuhnya.

Secara keseluruhan, total empat negara sekarang mengakui Yerusalem yang diperebutkan sebagai ibu kota Israel, termasuk AS dan Guatemala. Palestina mengklaim Yerusalem timur, yang diduduki oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967, sebagai calon ibu kota mereka.

Sikap terhadap Israel adalah bagian dari dorongan pemerintahan Trump untuk mendukung negara Yahudi tersebut, yang termasuk kecaman keras atas kritik terhadap Israel di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan di tempat internasional lainnya. Baru-baru ini, pemerintah AS juga menjadi perantara kesepakatan bagi Israel dan Uni Emirat Arab untuk menormalisasi hubungan . Itu diikuti oleh penerbangan komersial pertama antara Israel dan UEA, dengan negara tetangga Arab Saudi dan Bahrain untuk memungkinkan penerbangan semacam itu melewati wilayah udara mereka. Negara-negara Arab tambahan, termasuk Sudan, Bahrain dan Oman, telah diidentifikasi sebagai negara-negara yang mungkin segera juga akan menormalkan hubungan dengan Israel.(Baca juga: Dibantu Trump, Israel dan UEA Capai Kesepakatan Normalisasi Hubungan )

Parlemen Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2008, sembilan tahun setelah NATO melakukan kampanye serangan udara 78 hari terhadap Serbia untuk menghentikan tindakan keras berdarah terhadap etnis Albania di Kosovo.

Sebagian besar negara Barat telah mengakui kemerdekaan Kosovo, tetapi Serbia dan sekutunya, Rusia dan China belum. Kebuntuan yang sedang berlangsung dan keengganan Serbia untuk mengakui Kosovo telah membuat ketegangan terus membara dan mencegah stabilisasi penuh wilayah Balkan setelah perang berdarah pada 1990-an.

"Ini adalah pembicaraan yang sulit bagi kami, tetapi saya benar-benar puas," kata Vucic kepada wartawan Serbia di Washington.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
YHK Junior Padel Championship...
YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda Indonesia
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved