Ribuan Orang Protes Proyek Hotel Menantu Trump di Serbia
Selasa, 25 Maret 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Perjanjian tersebut mencakup sewa selama 99 tahun untuk area seluas tiga blok dan rencana membangun hotel bermerek Trump, apartemen mewah, kantor, toko, dan tugu peringatan bagi korban pengeboman.
Partai-partai oposisi mengkritik kesepakatan tersebut, sementara Presiden Aleksandar Vucic dan pemerintahannya membelanya sebagai langkah untuk memodernisasi ibu kota.
Protes hari Senin bertepatan dengan Hari Peringatan Serbia, yang menandai ulang tahun dimulainya kampanye pengeboman NATO pada tanggal 24 Maret 1999.
Para demonstran berkumpul di sekitar reruntuhan bekas kompleks militer, menuntut situs tersebut dipulihkan sebagai bangunan bersejarah dan rencana pembangunan kembali dibatalkan.
Para demonstran menggambarkan kompleks tersebut sebagai "monumen agresi NATO" dan menolak "menghadiahkannya" kepada pengembang Amerika.
"Staf Umum, yang merupakan pusat budaya Serbia, yang dibom oleh NATO bersama dengan Amerika, sekarang harus diserahkan kepada Amerika? Itu menyeramkan. Ironis dan menyindir," ujar seorang demonstran.
"Itu sama sekali tidak dapat diterima," imbuh yang lain.
Partai-partai oposisi mengkritik kesepakatan tersebut, sementara Presiden Aleksandar Vucic dan pemerintahannya membelanya sebagai langkah untuk memodernisasi ibu kota.
Protes hari Senin bertepatan dengan Hari Peringatan Serbia, yang menandai ulang tahun dimulainya kampanye pengeboman NATO pada tanggal 24 Maret 1999.
Para demonstran berkumpul di sekitar reruntuhan bekas kompleks militer, menuntut situs tersebut dipulihkan sebagai bangunan bersejarah dan rencana pembangunan kembali dibatalkan.
Para demonstran menggambarkan kompleks tersebut sebagai "monumen agresi NATO" dan menolak "menghadiahkannya" kepada pengembang Amerika.
"Staf Umum, yang merupakan pusat budaya Serbia, yang dibom oleh NATO bersama dengan Amerika, sekarang harus diserahkan kepada Amerika? Itu menyeramkan. Ironis dan menyindir," ujar seorang demonstran.
"Itu sama sekali tidak dapat diterima," imbuh yang lain.
Lihat Juga :