Pembantaian Zionis Israel dan Sahur Ramadan Berdarah di Gaza

Jum'at, 21 Maret 2025 - 10:19 WIB
loading...
A A A
Di depan rumah yang hancur, seorang kerabat berbicara di telepon, dengan putus asa memohon ambulans untuk mengambil jenazah sepupunya.

"Mereka menyuruh saya untuk membawanya ke rumah sakit sendiri," katanya kepada MEE saat menutup telepon.

Sepupunya, Maram, selamat dari serangan di Rumah Sakit Baptis Arab al-Ahli pada Oktober 2023, tetapi kini telah tewas di rumahnya sendiri selama gencatan senjata.

“Jenazahnya sudah berada di sini selama lebih dari dua jam. Kami telah memanggil ambulans sejak saat itu, tetapi tidak ada ambulans yang tersedia,” katanya.

Israel telah berulang kali menargetkan ambulans, paramedis, dan tim pencarian dan penyelamatan selama perang, sehingga upaya tanggap darurat menjadi sia-sia.

Keluarga tersebut mencari taksi untuk mengangkut jenazah Maram, tetapi tidak ada yang tersedia.

Sejak 2 Maret, Israel telah memberlakukan blokade ketat di Gaza, melarang masuknya bantuan, makanan, obat-obatan, serta pasokan bahan bakar dan gas untuk memasak. Itu berarti bahan bakar untuk mobil menjadi langka, yang menyebabkan layanan transportasi terhenti total.

“Kami tidak dapat menemukan taksi atau mobil karena [kekurangan] bahan bakar dan blokade. Saya harus membawa jenazah sendiri dan membawanya ke rumah sakit [untuk dimakamkan], karena kami tidak dapat menunggu lebih lama lagi,” kata sepupu Maram.

Jenazah Menunggu Pemakaman


Puluhan jenazah telah tiba di Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza. Sebagian besar telah diidentifikasi dan telah dibaringkan di lantai sambil menunggu pemakaman.

Sementara jumlah pasti korban masih belum diketahui, dengan puluhan orang masih hilang atau terjebak di bawah reruntuhan, Kementerian Kesehatan Gaza pada hari itu telah mengonfirmasi bahwa sedikitnya 420 warga Palestina telah tewas dan 562 lainnya terluka dalam pengeboman yang sedang berlangsung.

Pada hari ini (21/3/2025), Hamas mengatakan jumlah korban meninggal akibat pengeboman Israel telah bertambah menjadi sekitar 600 orang.

Di halaman rumah sakit, Sood Abdulsalam Ahmed al-Sahwish berdiri memandangi jenazah yang ditutupi kain kafan plastik putih dan biru.

"Saya tidak punya [saudara] di antara para korban ini. Namun, putra saya terbunuh di awal perang, dan keponakan saya terbunuh di Nuseirat. Semuanya," katanya kepada MEE.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Perayaan Juara Spanyol...
Perayaan Juara Spanyol Makan Korban, Remaja 13 Tahun Tewas gegara Air Mancur Roboh
Rekomendasi
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
Aktivis Pemuda Apresiasi...
Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved