Donald Trump Perintahkan Hapus Departemen Pendidikan AS

Jum'at, 21 Maret 2025 - 09:18 WIB
loading...
Donald Trump Perintahkan...
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani perintah yang ditujukan untuk menghapus Departemen Pendidikan. Foto/Screenshot video New York Times
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani perintah pada hari Kamis yang ditujukan untuk “menghapus” Departemen Pendidikan.

Langkah Trump ini merupakan tujuan lama kaum kubu sayap kanan Amerika, yang menginginkan masing-masing negara bagian untuk menjalankan sekolah secara bebas dari pemerintah federal.

Dikelilingi oleh anak-anak sekolah yang duduk di meja-meja yang disiapkan di East Room Gedung Putih, Trump tersenyum saat mengangkat perintah itu setelah menandatanganinya pada upacara khusus.

Trump mengatakan: “Perintah ini akan mulai menghapus Departemen Pendidikan federal untuk selamanya."

"Kami akan menutupnya dan menutupnya secepat mungkin. Itu tidak ada gunanya bagi kami," kata Trump.

"Kami akan mengembalikan pendidikan ke negara bagian tempat ia seharusnya berada,”ujarnya, seperti dikutip AFP, Jumat (21/3/2025).

Baca Juga: Profil Linda McMahon, Menteri Pendidikan AS Era Trump yang Pecat 50 Persen Pegawainya

Departemen Pendidikan, yang dibentuk pada tahun 1979, tidak dapat ditutup tanpa persetujuan Kongres—tetapi perintah Trump kemungkinan akan memiliki kekuatan untuk membuatnya kekurangan dana dan staf.

Langkah itu mengakomodasi salah satu janji kampanye Trump dan merupakan salah satu langkah paling drastis dalam perombakan brutal pemerintah yang dilakukan Trump dengan bantuan miliarder teknologi Elon Musk.

Perintah Trump mengarahkan Menteri Pendidikan Linda McMahon untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memfasilitasi penutupan Departemen Pendidikan dan mengembalikan kewenangan pendidikan ke negara bagian.

Kubu Partai Demokrat dan komunitas pendidik mengecam langkah tersebut.

Senator Demokrat tingkat atas, Chuck Schumer, menyebutnya sebagai “perebutan kekuasaan yang kejam" dan "salah satu langkah paling merusak dan menghancurkan yang pernah diambil Donald Trump."

Para pemimpin Partai Republik, termasuk gubernur Ron DeSantis dari Florida dan Greg Abbott dari Texas, hadir di antara hadirin untuk upacara penandatanganan perintah Trump.

Trump menganggap langkah itu perlu dilakukan untuk menghemat uang dan meningkatkan standar pendidikan di Amerika Serikat, dengan mengeklaim bahwa mereka tertinggal dari Eropa dan China.

Namun, pendidikan telah menjadi medan pertempuran selama beberapa dekade dalam perang budaya Amerika, dan Partai Republik telah lama ingin mencabut kendali atas pendidikan dari pemerintah federal.

Penunjukan Linda McMahon, mantan CEO World Wrestling Entertainment, oleh Trump untuk memimpin departemen tersebut secara luas dipandang sebagai tanda bahwa hari-harinya telah dihitung.

Presiden Trump mengatakan pada upacara penandatanganan, “Mudah-mudahan dia akan menjadi menteri pendidikan terakhir kita."

McMahon, yang bergerak untuk mengurangi separuh staf departemen setelah dilantik awal bulan ini, mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa Trump ingin mengembalikan uang tersebut ke negara bagian tanpa birokrasi Washington.

Trump berjanji di jalur kampanye untuk menyingkirkan departemen tersebut dan menyerahkan kekuasaannya ke negara bagian AS, dengan cara yang sama seperti yang terjadi dengan hak aborsi.

Namun Gedung Putih mengatakan sebelumnya bahwa departemen pendidikan yang tersisa kemungkinan akan tetap ada untuk menangani "fungsi penting" termasuk pinjaman dan beberapa hibah untuk siswa berpenghasilan rendah.

"Departemen Pendidikan akan jauh lebih kecil daripada saat ini," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan sebelum penandatanganan perintah Trump.

Heritage Foundation, lembaga think tank sayap kanan yang telah melihat banyak rekomendasi "Proyek 2025"-nya diadopsi oleh Trump, menyambut baik langkah tersebut.

"Hari yang indah untuk membubarkan Departemen Pendidikan," katanya di X.

Secara tradisional, pemerintah AS memiliki peran terbatas dalam pendidikan, dengan hanya sekitar 13 persen pendanaan untuk sekolah dasar dan menengah yang berasal dari kas federal, sisanya didanai oleh negara bagian dan masyarakat lokal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved