Negara NATO Ini Marah setelah 4 Warganya Dieksekusi Mati China

Jum'at, 21 Maret 2025 - 08:36 WIB
loading...
Negara NATO Ini Marah...
Kanada, salah satu negara NATO, marah setelah empat warganya dieksekusi mati pihak berwenang China atas kejahatan narkoba. Foto/via Global News
A A A
OTTAWA - Kanada, salah satu negara NATO, marah setelah empat warganya dieksekusi mati oleh pihak berwenang China. Namun Beijing menegaskan eksekusi itu dilakukan sesuai hukum atas kejahatan narkoba.

Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly mengatakan bahwa China telah mengeksekusi empat warga negara Kanada dalam beberapa pekan terakhir, menentang permintaan dari Ottawa untuk keringanan hukuman.

“Kami sangat mengutuk eksekusi yang terjadi terhadap warga Kanada di China,” kata Joly, seperti dikutip dari AFP, Jumat (21/3/2025).

Baca Juga: Miliarder Truong My Lan Harus Bayar Rp175 Triliun atau Dieksekusi Mati

Joly mengatakan bahwa dia tidak dapat membahas rincian kasus tersebut karena permintaan privasi dari keluarga yang terdampak.

Joly menambahkan bahwa dia dan mantan perdana menteri Justin Trudeau, yang meninggalkan jabatannya minggu lalu, telah meminta keringanan hukuman kepada China.

“Eksekusi yang mengejutkan dan tidak manusiawi terhadap warga negara Kanada oleh otoritas China ini seharusnya menjadi peringatan bagi Kanada,” kata Ketty Nivyabandi, dari Amnesty International Kanada.

“Kami berduka cita atas keluarga korban, dan kami menyimpan mereka di hati kami saat mereka mencoba mengatasi hal yang tak terbayangkan,” ujarnya.

“Pikiran kami juga tertuju kepada orang-orang terkasih warga negara Kanada yang ditahan China untuk dijatuhi hukuman mati atau yang keberadaannya di sistem penjara China tidak diketahui,” imbuh dia.

Namun, Beijing mengisyaratkan bahwa beberapa warga Kanada tersebut telah dihukum atas pelanggaran narkoba, dengan mengatakan bahwa memerangi kejahatan narkoba adalah tanggung jawab bersama semua negara.

"China adalah negara yang berada di bawah aturan hukum," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning.

“Beijing memperlakukan terdakwa dari berbagai negara secara setara tanpa diskriminasi dan menangani kasus secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku,” paparnya.

“China melindungi hak-hak yang sah dari pihak-pihak yang bersangkutan serta hak-hak konsuler pihak Kanada, sesuai dengan hukum,” kata Mao.

Beijing juga membela pelaksanaan eksekusi tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke surat kabar Kanada, Globe and Mail.

“Kejahatan terkait narkoba adalah kejahatan berat yang diakui di seluruh dunia sebagai kejahatan yang sangat berbahaya bagi masyarakat,” bunyi pernyataan Kedutaan China di Kanada.

“China selalu menjatuhkan hukuman berat pada kejahatan terkait narkoba dan mempertahankan sikap ‘tanpa toleransi’ terhadap masalah narkoba,” imbuh kedutaan China.

China mengklasifikasikan statistik hukuman mati sebagai rahasia negara, meskipun kelompok-kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesty International percaya ribuan orang dieksekusi di negara itu setiap tahun.

Beijing mengatakan minggu ini bahwa seorang mantan insinyur China baru-baru ini dijatuhi hukuman mati karena membocorkan rahasia negara kepada kekuatan asing.

Hubungan antara Beijing dan Ottawa telah tegang dalam beberapa tahun terakhir.

Penangkapan seorang eksekutif telekomunikasi senior China atas surat perintah Amerika Serikat (AS) di Vancouver pada bulan Desember 2018 dan penahanan balasan Beijing terhadap dua warga Kanada atas tuduhan spionase membuat hubungan menjadi sangat runyam.

Hubungan semakin tegang karena tuduhan campur tangan China dalam pemilihan umum Kanada pada tahun 2019 dan 2021, tuduhan yang dibantah Beijing.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
KPK Geledah Kantor BPK...
KPK Geledah Kantor BPK Sumsel terkait Kasus Opini WTP Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved