Inggris Hadapi 800 Rudal Rusia, Ancaman Terbesar sejak Perang Dingin

Jum'at, 14 Maret 2025 - 07:03 WIB
loading...
A A A
Ada tiga prioritas utama dari strategi tersebut. Pertama, melindungi infrastruktur militer utama Inggris, yang menurut laporan tersebut "saat ini terlalu rentan" dan harus diprioritaskan untuk mempertahankan kekuatan militer Inggris.

Kedua, mempertahankan pangkalan di luar negeri, yang "sangat penting untuk memproyeksikan kekuatan" dan memastikan kemampuan Inggris untuk beroperasi secara global.

Ketiga, mengandalkan kemampuan pertahanan rudal sekutu untuk pasukan Inggris yang dikerahkan, yang kemungkinan akan beroperasi dalam "jaringan pertahanan rudal NATO yang lebih luas."

“Keputusan untuk meningkatkan IAMD Inggris juga harus disertai dengan tindakan untuk menimbulkan biaya pada musuh dan untuk mengurangi ancaman dari platform peluncuran,”bunyi laporan lembaga tersebut, yang dilansir UK Defence Journal, Jumat (14/3/2025).

Alih-alih hanya berfokus pada sistem pertahanan, Inggris juga harus berupaya mengganggu kemampuan peluncuran rudal di sumbernya untuk mengurangi tekanan pada sistem IAMD.

Mengalihkan Fokus Strategis ke Benteng Utara Rusia


Laporan tersebut merekomendasikan pengalihan fokus strategis Inggris dari celah Greenland-Islandia-Inggris (GIUK) tradisional ke celah Svalbard-Tromsø, area yang penting bagi strategi "benteng" Rusia.

Pendekatan ini melihat Rusia memprioritaskan pertahanan kapal selam bersenjata nuklirnya di Laut Barents, yang memungkinkan aset lain beroperasi lebih bebas.

Dengan memberikan tekanan lebih besar pada benteng ini, laporan tersebut berpendapat bahwa Armada Utara akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, yang memaksa Rusia untuk mengalihkan sumber daya dari operasi ofensif.

Strategi pencegahan proaktif ini dapat mengurangi ancaman rudal terhadap Inggris dengan membatasi jumlah "anak panah" yang diluncurkan, alih-alih hanya berfokus pada pencegatan saat rudal terbang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Serangan Drone Iran...
Serangan Drone Iran Hantam Bandara Internasional Kuwait, Penerbangan Ditangguhkan
Anak-Anak Muda India...
Anak-Anak Muda India Muak dengan Pemerintah, Bentuk "Partai Kecoak"
Rekomendasi
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved