5 Anggota NATO Terlemah di 2025, Ada Negara Paling Aman di Dunia
Rabu, 12 Maret 2025 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Tidak cukup sampai disitu, negara yang berada di Eropa Barat Laut ini juga tidak memiliki tank, pesawat tempur dan bahkan Angkatan Laut. Membuatnya tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk bertahan dari serangan.
Mereka juga masih memiliki Angkatan Laut meskipun hanya punya dua kapal patroli sebagai armada. Terlepas dari itu, negara ini tidak memiliki alat pertahanan berat apapun, seperti tank, pesawat tempur, helikopter, bahkan artileri.
Tidak adanya personil militer ini tentunya membuat negara tersebut tidak punya peralatan militer layaknya artileri, hingga persenjataan berat macam tank, helikopter, kapal perang dan pesawat tempur.
Meski begitu negara ini justru sudah bertahun-tahun menduduki peringkat pertama daftar negara paling aman di dunia, bahkan nilainya juga semakin baik. Hal ini disebabkan karena populasi kecil, tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap polisi, serta minimnya ketegangan di antara kelas-kelas sosial dan ekonomi.
4. Montenegro
Negara anggota NATO dengan kekuatan militer paling minim nomor dua dari bawah ini berada di posisi 127 dari 145 negara. Meski begitu, jumlah tentara Montenegro berada di angka 2.350 personil sehingga masih berada di atas Luxembourg.Mereka juga masih memiliki Angkatan Laut meskipun hanya punya dua kapal patroli sebagai armada. Terlepas dari itu, negara ini tidak memiliki alat pertahanan berat apapun, seperti tank, pesawat tempur, helikopter, bahkan artileri.
5. Islandia
Negara NATO dengan militer terlemah dipegang oleh Islandia yang berada di posisi 135 dari 145 negara. Dalam situs Global Fire Power, negara ini disebut tidak memiliki personil militer.Tidak adanya personil militer ini tentunya membuat negara tersebut tidak punya peralatan militer layaknya artileri, hingga persenjataan berat macam tank, helikopter, kapal perang dan pesawat tempur.
Meski begitu negara ini justru sudah bertahun-tahun menduduki peringkat pertama daftar negara paling aman di dunia, bahkan nilainya juga semakin baik. Hal ini disebabkan karena populasi kecil, tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap polisi, serta minimnya ketegangan di antara kelas-kelas sosial dan ekonomi.
(ahm)
Lihat Juga :