Pemimpin Hizbullah Ancam Hadapi Israel di Lebanon Selatan
Rabu, 12 Maret 2025 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Gencatan senjata yang rapuh telah diberlakukan di Lebanon sejak 27 November, mengakhiri perang lintas batas selama berbulan-bulan antara Israel dan Hizbullah yang meningkat menjadi konflik skala penuh September lalu ketika Israel mengintensifkan kampanye pengebomannya.
Otoritas Lebanon telah melaporkan hampir 1.100 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, termasuk tewasnya 85 orang dan cedera pada lebih dari 280 orang lainnya.
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, Israel seharusnya menarik diri sepenuhnya dari Lebanon selatan paling lambat 26 Januari, tetapi batas waktu diperpanjang hingga 18 Februari setelah Israel menolak mematuhinya.
Israel masih mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.
Baca juga: Bagaimana Sikap Wapres Filipina setelah Bapaknya, Eks Presiden Duterte Ditangkap?
Otoritas Lebanon telah melaporkan hampir 1.100 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, termasuk tewasnya 85 orang dan cedera pada lebih dari 280 orang lainnya.
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, Israel seharusnya menarik diri sepenuhnya dari Lebanon selatan paling lambat 26 Januari, tetapi batas waktu diperpanjang hingga 18 Februari setelah Israel menolak mematuhinya.
Israel masih mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.
Baca juga: Bagaimana Sikap Wapres Filipina setelah Bapaknya, Eks Presiden Duterte Ditangkap?
(sya)
Lihat Juga :