Hamas: AS Ingin Hentikan Perang Gaza
Selasa, 11 Maret 2025 - 03:30 WIB
loading...
Hamas menyatakan AS ingin menghentikan perang Gaza. Foto/Xinhua
A
A
A
GAZA - Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengatakan pada hari Senin bahwa pembicaraan yang diadakan dengan mediator dan utusan AS di Qatar membahas tentang penghentian perang Israel di Gaza, penarikan pasukan, dan rekonstruksi daerah kantong tersebut.
"Kami menangani upaya para mediator dan utusan (Presiden AS Donald) Trump secara fleksibel dan kami menunggu hasil negosiasi mendatang dan kewajiban pendudukan untuk mematuhi (kesepakatan gencatan senjata Gaza) dan beralih ke fase kedua," kata juru bicara Hamas Abdul Latif al-Qanou, dilansir Anadolu.
"Negosiasi yang dilakukan dengan mediator Mesir dan Qatar serta utusan Trump difokuskan pada penghentian perang, penarikan pasukan, dan rekonstruksi," tambahnya.
Dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran publik Israel KAN pada hari Minggu, utusan AS Adam Boehler mengatakan Hamas telah mengusulkan gencatan senjata selama lima hingga 10 tahun yang akan melucuti senjata dan menarik diri dari panggung politik Gaza.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
Tidak ada komentar dari Hamas mengenai pernyataan utusan AS tersebut.
"Kami menangani upaya para mediator dan utusan (Presiden AS Donald) Trump secara fleksibel dan kami menunggu hasil negosiasi mendatang dan kewajiban pendudukan untuk mematuhi (kesepakatan gencatan senjata Gaza) dan beralih ke fase kedua," kata juru bicara Hamas Abdul Latif al-Qanou, dilansir Anadolu.
"Negosiasi yang dilakukan dengan mediator Mesir dan Qatar serta utusan Trump difokuskan pada penghentian perang, penarikan pasukan, dan rekonstruksi," tambahnya.
Dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran publik Israel KAN pada hari Minggu, utusan AS Adam Boehler mengatakan Hamas telah mengusulkan gencatan senjata selama lima hingga 10 tahun yang akan melucuti senjata dan menarik diri dari panggung politik Gaza.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
Tidak ada komentar dari Hamas mengenai pernyataan utusan AS tersebut.
Lihat Juga :