Tanpa Bantuan AS, Ukraina Tak Mampu Halau Serangan Udara Besar-besaran Rusia

Sabtu, 08 Maret 2025 - 14:30 WIB
loading...
A A A
Meskipun invasi tersebut mungkin telah memperlambat serangan Rusia di Ukraina, Kyiv telah kehilangan sekitar setengah dari wilayah yang pernah didudukinya di Kursk, setelah Moskow memanggil bala bantuan asing dan mengerahkan sekitar 12.000 tentara Korea Utara ke wilayah tersebut.

Minggu ini, para blogger militer dari kedua negara telah memperingatkan bahwa cengkeraman Ukraina di wilayah tersebut lebih lemah daripada sebelumnya sejak meluncurkan serangan tersebut, dengan pasukan Moskow memasuki wilayah Sumy Ukraina dan mengancam akan menghentikan pasukan Kyiv di Kursk.

“Situasi di sektor Kursk sangat sulit – pasukan Rusia telah memasuki wilayah Sumy,” tulis Andriy Tsaplienko, seorang blogger militer terkemuka Ukraina, di Telegram pada hari Jumat.

Tsaplienko memperingatkan bahwa "pasukan Rusia bergegas menuju jalan menuju Sudzha," kota besar di Kursk, untuk "memotong jembatan Ukraina." Ia menambahkan bahwa Rusia "juga berusaha mencapai Zhuravka," sebuah desa di wilayah Sumy, Ukraina, hanya beberapa ratus meter dari perbatasan Rusia-Ukraina.

Dalam sebuah laporan utama bulan lalu, Institut Studi Perang, pemantau konflik yang berbasis di AS, memperkirakan bahwa Ukraina memiliki paling banyak 30.000 tentara yang ditempatkan di wilayah tersebut, sementara Rusia telah mengumpulkan sekitar 78.000 tentara, termasuk Korea Utara.

Seorang blogger militer Rusia menyarankan bahwa keuntungan Moskow dapat dikaitkan dengan keputusan Amerika Serikat minggu ini untuk menghentikan pembagian informasi intelijen dengan militer Ukraina.

“Terobosan di wilayah Kursk… terjadi tepat dua hari setelah Amerika berhenti mengeluarkan penunjukan target untuk rudal jelajah dan rudal sistem ‘HIMARS’ di wilayah wilayah Kursk,” tulis Yuriy Podolyka di Telegram.

Menghadapi keuntungan Rusia, beberapa blogger Ukraina menyarankan bahwa serangan Kursk mungkin telah menghabiskan nilai strategisnya.

“Saya tidak berpikir akan mengatakan ini. Namun, mungkin sudah waktunya untuk ‘menutup toko’ dari arah Kursk. Sulit bagi orang-orang kita di sana,” kata Serhii Flesh. “Sebagai pengalihan sumber daya musuh, saya pikir operasi ini telah lama membenarkan dirinya sendiri. Sebagai kartu tawar-menawar politik, sekarang dipertanyakan.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved