Tanpa Bantuan AS, Ukraina Tak Mampu Halau Serangan Udara Besar-besaran Rusia

Sabtu, 08 Maret 2025 - 14:30 WIB
loading...
Tanpa Bantuan AS, Ukraina...
Ukraina tak akan mampu menghalau serangan udara besar-besaran Rusia. Foto/Xinhua/Lu Jinbo
A A A
MOSKOW - Rusia menembakkan rudal jelajah dan balistik ke Ukraina dalam serangan besar pada hari Jumat. Itu saat presiden Ukraina memperbarui permohonannya untuk gencatan senjata sebagian di akhir minggu di mana Amerika Serikat menangguhkan bantuan militer dan pembagian intelijen dengan Kyiv.

"Serangan Rusia menargetkan beberapa wilayah di seluruh Ukraina, menggunakan hampir 70 rudal dan hampir 200 pesawat tanpa awak," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di X, dilansir CNN. Dia menambahkan bahwa serangan "besar-besaran" itu "diarahkan terhadap infrastruktur yang menjamin kehidupan normal."

Setelah serangan tersebut, Zelensky kembali menekankan keinginannya untuk gencatan senjata parsial – sebuah rencana yang pertama kali digulirkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan sejak itu dibahas oleh sekutu Ukraina di Eropa, yang bertemu pada hari Kamis di Brussels untuk sebuah pertemuan puncak pertahanan Uni Eropa yang penting.

Menggemakan rencana yang digariskan oleh Macron, Zelensky mengatakan bahwa ia berharap akan ada "keheningan di langit – melarang penggunaan rudal, pesawat nirawak jarak jauh, dan bom udara," serta "keheningan di laut – jaminan nyata untuk navigasi normal."

Ia menambahkan pada hari Jumat bahwa "pekerjaan paling intensif yang pernah ada" sedang berlangsung dengan tim Presiden AS Donald Trump menjelang kunjungan Zelensky ke Arab Saudi minggu depan untuk negosiasi guna mengakhiri perang di Ukraina.

Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru

Namun, pemerintahan Trump telah memberikan pukulan lebih lanjut kepada Ukraina minggu ini, menghentikan pengiriman militer ke negara itu dan memutus pembagian informasi intelijen.

Gedung Putih juga telah menangguhkan akses Ukraina ke citra satelit komersial yang dibeli oleh pemerintah AS melalui perusahaan Maxar, kata juru bicara Badan Geospasial-Intelijen Nasional dan Maxar pada hari Jumat. Kyiv telah lama menggunakan citra udara ini untuk melacak pergerakan pasukan Rusia, menilai medan, dan membantu dalam perencanaan operasi militer.

Setelah berminggu-minggu hubungan yang lebih bersahabat dengan Rusia, Trump mengeluarkan ancaman yang mengejutkan kepada Moskow pada hari Jumat, dengan mengatakan "berdasarkan fakta bahwa Rusia benar-benar 'menggempur' Ukraina," ia mempertimbangkan untuk mengenakan sanksi perbankan dan tarif skala besar kepada Rusia hingga negara itu menyetujui gencatan senjata dan penyelesaian damai akhir.

"Kepada Rusia dan Ukraina, segeralah berunding, sebelum terlambat," kata Trump di TruthSocial.

Namun, terlepas dari nada bicara Trump yang keras, prospek tarif yang lebih tinggi tidak akan berarti apa-apa bagi Moskow, mengingat jumlah perdagangan yang sangat kecil antara AS dan Rusia. Tahun lalu, Rusia hanya mengekspor barang senilai $3,5 miliar ke AS, menurut Kantor Perwakilan Dagang AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
500 Lebih Pengungsi...
500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam
Rekomendasi
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Etik Suryani dan Kepala Dinas PU, Sejumlah Dokumen Disita
FIFA Selidiki Spanduk...
FIFA Selidiki Spanduk Kontroversial Argentina soal Kepulauan Falkland
Celuk Open 2026, Turnamen...
Celuk Open 2026, Turnamen Tenis yang Gaungkan Wellness
Berita Terkini
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Infografis
AS Mengakui Perang Ukraina...
AS Mengakui Perang Ukraina Adalah Perang Proksi AS dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved