Seorang Tahanan Palestina Meninggal di Penjara Israel
Jum'at, 04 September 2020 - 06:48 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
RAMALLAH - Seorang tahanan Palestina yang menjalani hukuman 18 tahun di penjara Israel karena menentang pendudukan meninggal karena serangan jantung. Menurut Masyarakat Tahanan Palestina (PPS), ia meninggal beberapa bulan sebelum menyelesaikan hukumannya.
Dikatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Daoud Talaat Khatib (45), dari Bethlehem, meninggal dunia saat berada di Penjara dan Pusat Penahanan Ofer dekat Ramallah.
"Khatib menderita kesehatan yang buruk selama penangkapannya dan pada 2017 mengalami serangan jantung tetapi tampaknya kondisi kesehatan yang suram di penjara Israel dan kelalaian medis oleh Layanan Penjara Israel telah berkontribusi pada kemunduran kesehatannya hingga kematiannya," kata PPS dan Komisi Tahanan Palestina seperti dikutip dari kantor berita Palestina, Wafa, Kamis (4/9/2020).
Khatib dijadwalkan menyelesaikan hukumannya dan dibebaskan pada 4 Desember mendatang.
Tidak diketahui apakah atau kapan Israel akan menyerahkan jenazahnya kepada keluarganya untuk dimakamkan karena sebelumnya Israel telah menahan jenazah warga Palestina yang tewas di penjara sebagai alat tawar-menawar di masa depan.(Baca juga: Tiga Tahanan Palestina Mogok Makan di Penjara Israel )
Dikatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Daoud Talaat Khatib (45), dari Bethlehem, meninggal dunia saat berada di Penjara dan Pusat Penahanan Ofer dekat Ramallah.
"Khatib menderita kesehatan yang buruk selama penangkapannya dan pada 2017 mengalami serangan jantung tetapi tampaknya kondisi kesehatan yang suram di penjara Israel dan kelalaian medis oleh Layanan Penjara Israel telah berkontribusi pada kemunduran kesehatannya hingga kematiannya," kata PPS dan Komisi Tahanan Palestina seperti dikutip dari kantor berita Palestina, Wafa, Kamis (4/9/2020).
Khatib dijadwalkan menyelesaikan hukumannya dan dibebaskan pada 4 Desember mendatang.
Tidak diketahui apakah atau kapan Israel akan menyerahkan jenazahnya kepada keluarganya untuk dimakamkan karena sebelumnya Israel telah menahan jenazah warga Palestina yang tewas di penjara sebagai alat tawar-menawar di masa depan.(Baca juga: Tiga Tahanan Palestina Mogok Makan di Penjara Israel )
Lihat Juga :