Hasil Penelitian UNICEF, Mental Anak di Negara Maju Rapuh

Jum'at, 04 September 2020 - 06:35 WIB
loading...
A A A
Selain itu kesehatan fisik anak-anak di negara maju memprihatinkan. Sebanyak 1 dari 15 bayi di negara maju terlahir dengan berat badan buruk. Adapun di 10 negara maju, 1 dari 3 anak-anak berusia 5–19 tahun mengalami obesitas. Angka anak-anak obesitas diperkirakan naik dari 158 juta menjadi 250 juta pada 2030.

“Kondisi ini diperburuk dengan rendahnya kemampuan sosial dan akademik dasar,” ungkap UNICEF. “Sebanyak 2 dari 5 anak-anak kurang memiliki keterampilan matematika dan membaca di usia 15 tahun. Sebanyak 1 dari 4 anak-anak di 18 negara maju juga memiliki kepercayaan diri yang buruk dalam sosialisasi.”

Buruknya kesehatan mental anak-anak di negara maju merupakan dampak dari buruknya hubungan anak-anak dengan orang tua. Anak-anak yang dibesarkan di keluarga harmonis memiliki kesehatan mental lebih baik bila dibandingkan dengan mereka yang ditekan, diabaikan, atau dididik melalui sikap yang buruk. (Baca juga: Mulai Hari Ini, Seluruh ASN DKI Hanya Bekerja 5,5 Jam Perhari)

Sebagian besar anak-anak mengaku bermain merupakan aktivitas yang membuat mereka bahagia. Ironisnya anak-anak yang stres akibat ketidakharmonisan keluarga dan bullying tidak dapat menikmati fasilitas bermain di lingkungan sekitar. Mereka lebih senang bermain gawai dan melarikan diri ke dunia maya.

Tuntutan hidup anak-anak di negara maju juga tinggi. Sayangnya tidak semua anak di negara maju terlahir dari keluarga kaya-raya, sedangkan tekanan terhadap mereka untuk dapat sukses sangatlah tinggi. “Sebanyak 1 dari 5 anak-anak di negara maju sebenarnya hidup dalam kemiskinan,” ungkap UNICEF.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Juta Warga Israel...
2 Juta Warga Israel Hadapi Krisis Kesehatan Mental setelah 2 Tahun Perang di Gaza
Israel Hadapi Tsunami...
Israel Hadapi 'Tsunami Kesehatan Mental' setelah 2 Tahun Perang Gaza
Gawat, Lebih dari 1...
Gawat, Lebih dari 1 Juta Orang Bahas Keinginan Bunuh Diri dengan ChatGPT Setiap Pekan
Kepala UNICEF: Serangan...
Kepala UNICEF: Serangan Israel Terbaru Bunuh Anak-anak dalam Jumlah Terbesar Sehari
Rusia Sebut Kepala UNICEF...
Rusia Sebut Kepala UNICEF Anggap Anak-anak di Gaza Kurang Penting Dibanding Anak-anak di Ukraina
300.000 Warga Israel...
300.000 Warga Israel Terganggu Kesehatan Mentalnya sejak 7 Oktober 2023
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
Mantan PM Thailand Thaksin...
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Setelah Mendapat Pengampunan Kerajaan
Iran Serang Bandara...
Iran Serang Bandara Internasional Kuwait Sebabkan Korban, Penerbangan Dihentikan
Rekomendasi
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved