Bank Ini Nyaris Transfer Rp1.334.252.359.424.698.400 ke Rekening Nasabah

Senin, 03 Maret 2025 - 13:08 WIB
loading...
Bank Ini Nyaris Transfer...
Bank di AS nyaris transfer USD81 triliun ke rekening nasabah. Nominal ini setara Rp1.334.252.359.424.698.400 atau Rp1,3 kuintiliun. Foto/via Bloomberg
A A A
WASHINGTON - Salah satu bank terbesar di Amerika Serikat (AS)nyaris mentransfer USD81 triliun (Rp1,3 kuintiliun) ke rekening nasabah.

Itu terjadi karena kesalahan input "fat finger" oleh seorang karyawan bank.

Sekadar diketahui nominal USD81 triliun sangatlah besar. Jika dikurskan rupiah saat ini adalah Rp1.334.252.359.424.698.400 atau Rp1,3 kuintiliun.

Bank yang salah transfer itu adalah Citigroup, salah satu dari empat pemberi pinjaman besar di AS.

Baca Juga: Karyawan Bank Tak Sengaja Transfer Rp3,7 Triliun karena Tertidur di Atas Keybord, Begini Nasibnya

Mengutip laporan dari Financial Times, Senin (3/3/2025), staf bank tersebut secara keliru mengetikkan nominal transfer USD81 triliun ke rekening nasabah pada April tahun lalu, bukannya USD280 yang diminta karena kesalahan pengetikan oleh seorang staf bank.

Jumlah yang sangat besar itu disetujui setelah diperiksa oleh dua karyawan bank. Nominal itu semestinya dikirim ke rekening nasabah tersebut keesokan paginya seperti yang dijadwalkan.

Namun, pembayaran tersebut baru ditandai setelah karyawan ketiga menyadari adanya masalah dengan saldo keseluruhan raksasabank tersebut, 90 menit setelah pembayaran antara dua rekening besar Citigroup yang terpisah dilakukan, menurut laporan Financial Times.

Citigroup berhasil membalikkan transaksi tersebut beberapa jam kemudian, tanpa ada dana yang benar-benar keluar dari brankas pemberi pinjaman, karena transaksi senilai USD81 triliun tersebut terjadi antara dua rekening bank itu sendiri.

"Pengendalian detektif kami segera mengidentifikasi kesalahan input antara dua rekening besar Citi dan kami membalikkan entri tersebut. Pengendalian pencegahan kami juga akan menghentikan dana apa pun yang keluar dari bank," kata pihak bank melalui juru bicaranya.

"Pembayaran sebesar ini sebenarnya tidak dapat dilakukan," imbuh dia.

Citigroup, yang menjadi bagian dari Wall Street, kemudian melaporkan insiden itu ke pengawas termasuk Federal Reserve dan Office of the Comptroller of the Currency dengan mengatakan ketidaksengajaan itu "hampir terjadi".

Citigroup memiliki aset senilai USD2,4 triliun di neracanya pada kuartal ketiga tahun lalu, menurut laporan keuangan terbarunya dari Oktober 2024.

Bank investasi tersebut sebelumnya mendapati dirinya berada di pusat 10 insiden "hampir terjadi" pada tahun 2024 di mana ia secara keliru menyetujui transaksi senilai USD1 miliar atau lebih.

Angka tersebut menandai penurunan dari total 13 insiden serupa pada tahun 2023.

Citigroup mengatakan insiden "hampir terjadi" tersebut menyoroti perlunya memperkuat pengendalian risikonya sendiri dan mengotomatiskan lebih banyak prosesnya, sejalan dengan rencana yang ditetapkan oleh Jane Fraser, kepala eksekutifnya, pada tahun 2022.

Citigrup sebelumnya didenda USD400 juta oleh Office of the Comptroller of the Currency AS, yang mengatur bank-bank terkemuka Amerika, atas pengendalian risiko bank yang buruk.

Hal ini terjadi setelah Citigroup secara tidak sengaja mentransfer USD900 juta ke perusahaan kosmetik Revlon, dalam sebuah kesalahan yang kemudian menyebabkan pertarungan hukum yang berlarut-larut.

Pembayaran Citigroup yang keliru kepada Revlon juga menyebabkan pemecatan mantan kepala eksekutif bank tersebut, Michael Corbat.

Fraser mengatakan bahwa memperbaiki pengendalian risiko Citigroup merupakan "prioritas utama."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
Panggil Legislator yang...
Panggil Legislator yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Golkar Siapkan Sanksi
Raisa Diduga Jalan Bareng...
Raisa Diduga Jalan Bareng Chef Asal Prancis di Tokyo, Netizen Bahas Finansial sang Pria
Berita Terkini
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved