AS Kerahkan Kapal Induk Nuklir ke Korsel setelah Korut Tembakkan Rudal Jelajah Strategis

Senin, 03 Maret 2025 - 08:08 WIB
loading...
AS Kerahkan Kapal Induk...
AS kerahkan kapal induk bertenaga nuklir USS Carl Vinson ke Korea Selatan setelah Korea Utara tembakkan beberapa rudal jelajah strategis. Foto/David Choi/Stars and Stripes
A A A
SEOUL - Kapal induk bertenaga nuklir USS Carl Vinson milik Amerika Serikat (AS) telah tiba di Korea Selatan (Korsel) pada hari Minggu.

Pengerahan kapal perang raksasa ini dilakukan Amerika setelah Korea Utara (Korut) menguji tembak beberapa rudal jelajah strategis.

Angkatan Laut Korsel, dalam sebuah pernyataan, mengatakan kehadiran USS Carl Vinson ini merupakan yang pertama sejak Juni 2024, dan dimaksudkan untuk menunjukkan aliansi militer AS-Korea Selatan yang solid dalam menghadapi ancaman Korea Utara yang berulang kali.

Baca Juga: Korea Utara Tembakkan Beberapa Rudal Jelajah Strategis, Pamer Kemampuan Serangan Balik

Hubungan antara AS dan Korea Utara telah memburuk, meskipun Presiden Donald Trump kembali menjabat sejak Januari lalu. Pada masa jabatan pertamanya, Trump telah melakukan tiga pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Pyongyang belakangan sering menguji tembak rudal dan mengumbar ancaman serangan nuklir, yang menurut pemerintah Korea Utara dimaksudkan untuk memberi tahu musuh—yang menurutnya secara serius melanggar lingkungan keamanan Korea Utara dan mendorong serta meningkatkan lingkungan konfrontasi—, tentang kemampuan serangan balik militer Pyongyang.

USS Carl Vinson tiba di pangkalan Angkatan Laut di Busan, ditemani oleh kapal penjelajah rudal berpemandu USS Princeton dan kapal perusak yang dilengkapi sistem Aegis; USS Sterett.

Kehadiran kapal induk Amerika itu diperkirakan akan membuat marah Korea Utara karena akan dianggap sebagai ancaman keamanan utama, menurut laporan The Associated Press (AP), Senin (3/3/2025).

Pada Rabu pekan lalu, Korea Utara melakukan latihan peluncuran rudal jelajah strategis di Laut Kuning—yang disebut Pyongyang sebagai Laut Barat Korea.

Manuver Korea Utara itu sebagai respons atas uji coba rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir; Minuteman III, oleh AS dari California di atas Samudra Pasifik.

Korea Utara menuduh pemerintahan Trump melakukan provokasi yang mengancam lingkungan keamanan Pyongyang dan memperingatkan bahwa mereka menganggap "pencegahan nuklir" sebagai pilihan yang adil dan tak terelakkan.

Pejabat tinggi militer Korea Selatan, Laksamana Muda Lee Nam-gyu, mengatakan: "Militer kami akan membalas dengan kuat terhadap ancaman Korea Utara, dan aliansi Korea Selatan-AS akan mendukung perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea dan di kawasan tersebut melalui kerja sama yang erat."

Sedangkan komandan militer AS di Korea Selatan; Jenderal Xavier Brunson, menambahkan: "Operasi kelompok penyerang kapal induk Carl Vinson menunjukkan komitmen kami untuk memperkuat pertahanan sekutu dan mitra, dan memperkuat kemampuan kami untuk 'bertempur malam ini dan menang'."

"Kunjungan ini, terutama bila dipadukan dengan pelatihan gabungan dan gabungan yang realistis di semua wilayah, meningkatkan interoperabilitas dan memastikan kami membangun postur kesiapan untuk mencegah agresi dan menjaga stabilitas di Republik Korea [Korea Selatan] dan kawasan tersebut," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Berita Terkini
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved