Sosok Muhsin Hendricks, Imam Masjid Gay yang Tewas Ditembak di Afrika

Kamis, 20 Februari 2025 - 16:02 WIB
loading...
Sosok Muhsin Hendricks,...
Imam gay Muhsin Hendricks ditembak mati. Foto/X
A A A
GGEBERHA - Muhsin Hendricks, yang dikenal sebagai imam gay pertama di dunia telah ditembak mati di dekat kota selatan Gqeberha, Afrika Selatan, menurut penuturan polisi setempat.

"Dua tersangka yang tidak dikenal dengan wajah tertutup keluar dari kendaraan dan mulai menembakkan beberapa tembakan ke kendaraan Muhsin Hendricks," ungkap pernyataan pasukan Eastern Cape.

Setelah itu mereka melarikan diri dari tempat kejadian. Pengemudi memperhatikan Hendricks yang duduk di bagian belakang kendaraan tertembak dan tewas di tempat.

Motif pembunuhan belum diketahui secara pasti dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Pembunuhan ini lantas mendapat kecaman keras dari Asosiasi Lesbian, Gay, Biseksual, Trans dan Interseks Internasional.

Sosok Muhsin Hendricks


Muhsin Hendricks yang lahir pada tahun 1967, adalah seorang imam Afrika Selatan, cendekiawan Islam dan aktivis LGBT. Dirinya telah mengungkap identitasnya sebagai gay sejak tahun 1996 silam.

Pria asal Cape Town ini dibesarkan di rumah tradisional Muslim. Ia sempat menempuh pendidikan di Universitas Studi Islam di Pakistan.

Sebelum menjadi gay pada tahun 1996, sebenarnya Muhsim sempat menikah dengan seorang wanita di tahun 1991, dan memiliki anak dengannya. Namun pernikahan itu berakhir dengan perceraian tepat setelah dia mengaku sebagai gay.

Pada tahun 1996, Hendricks mendirikan Inner Circle, jaringan pendukung yang membantu Muslim gay dalam berdamai dengan orientasi seksual mereka dan bagaimana hal ini dapat berdampak pada iman agama mereka.

Ia mendirikan ini sebagai tanggapan terhadap Muslim LGBT yang merasa dikecualikan dari masjid-masjid utama selama shalat Jumat.

Tindakan itu lantas mendapat tentangan dari Dewan Yudisial Muslim yang mengutuk Hendricks pada tahun 2007, kemudian mengeluarkan fatwa terhadap orang-orang gay yang didukung sebagian besar organisasi Muslim utama Afrika Selatan.

Namun hal tersebut tidak menghentikan Muhsin, dan bahkan dirinya justru mendirikan Masjidul Ghurbaah di Afrika Selatan, masjid milik Yayasan Al-Ghurbaah untuk para Muslim gay di tahun 2011.

Masjid ini menyediakan “ruang aman di mana Muslim yang aneh dan wanita yang terpinggirkan dapat mempraktikkan Islam”, menurut situs web resminya.

Dia juga merupakan bintang dari sebuah film dokumenter tahun 2022, bertajuk The Radical. Dalam film itu dia mengungkapkan jika, “Kebutuhan untuk menjadi otentik lebih besar daripada rasa takut untuk mati.”

Banyaknya tindakan kontroversial imam gay ini membuat banyak pihak terutama Muslim yang menentangnya. Mengingat ajaran sesat Muhsin tidaklah sesuai dengan Al Quran dan riwayat Islam lainnya.

Puncaknya, Muhsin Hendricks harus tewas tertembak mati di Afrika Selatan pada 15 Februari 2025. Banyak yang menduga jika pembunuhan itu dilakukan oleh orang-orang yang membenci pemikirannya tersebut.

Baca juga: Utusan Trump Datang, UEA Tegas Tolak Rencana AS Caplok Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Aneh tapi Nyata, Anjing...
Aneh tapi Nyata, Anjing Menembak Seorang Wanita di AS
Siapa Nasire Best? Tersangka...
Siapa Nasire Best? Tersangka Penyerangan Gedung Putih yang Mengaku sebagai Yesus Kristus
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved