Inggris Umumkan Siap Kerahkan Tentara ke Ukraina

Senin, 17 Februari 2025 - 06:55 WIB
loading...
Inggris Umumkan Siap...
PM Sir Keir Starmer umumkan Inggris siap mengerahkan tentara ke Ukraina sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian. Foto/PA via Sky News
A A A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Sir Keir Starmer telah mengumumkan bahwa Inggris siap untuk memainkan peran utama dalam memberikan jaminan keamanan kepada Kyiv dan mengerahkan tentara ke Ukraina sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian.

Dia mengatakan itu akan dilakukan jika kesepakatan gencatan senjata antara Ukraina dengan Rusia tercapai.

Dalam sebuah artikel untuk The Telegraph pada hari Minggu, Starmer menggambarkan perang Ukraina sebagai “momen sekali dalam satu generasi” dan masalah eksistensial bagi Eropa, yang membenarkan potensi pengerahan personel Inggris.

“Inggris siap untuk memainkan peran utama dalam mempercepat pekerjaan jaminan keamanan untuk Ukraina," tulis PM Starmer.

Baca Juga: Zelensky Mulai Menentang AS, Anggap Trump Memihak Putin dalam Perang Rusia-Ukraina

"Namun, itu juga berarti siap dan bersedia untuk berkontribusi pada jaminan keamanan bagi Ukraina dengan menempatkan pasukan kita sendiri di lapangan jika perlu,” lanjut dia.

“Saya tidak mengatakannya dengan enteng. Saya merasa sangat bertanggung jawab yang datang dengan potensi menempatkan prajurit pria dan wanita Inggris dalam bahaya,” imbuh dia.

"Namun, peran apa pun dalam membantu menjamin keamanan Ukraina berarti membantu menjamin keamanan benua kita, dan keamanan negara ini," paparnya.

Pengumuman Starmer muncul saat para pemimpin Eropa bersiap untuk bersidang di Paris pada hari Senin untuk perundingan darurat, yang dipicu oleh desakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini untuk kesepakatan damai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan meningkatnya kekhawatiran atas potensi pengurangan komitmen pertahanan AS di Eropa.

Pada hari Rabu, Trump mengejutkan sekutu Eropa dengan panggilan telepon yang panjang kepada Putin untuk membahas kemungkinan langkah-langkah menuju penyelesaian perang Ukraina.

Sejak saat itu, Departemen Luar Negeri AS telah mengedarkan dokumen yang dilaporkan berisi enam pertanyaan untuk menilai kesediaan negara-negara Eropa untuk berkomitmen pada pengaturan keamanan jangka panjang untuk Kyiv.

"Jika pasukan militer negara ketiga akan dikerahkan ke Ukraina sebagai bagian dari pengaturan perdamaian, menurut Anda berapa jumlah yang diperlukan dari pasukan yang dipimpin Eropa tersebut?” bunyi salah satu pertanyaan tersebut, yang dikutip Reuters.

Pertanyaan lain yang dilaporkan diajukan: "Apa saja kemampuan tambahan, peralatan, dan opsi pemeliharaan yang siap diberikan Pemerintah Anda kepada Ukraina untuk meningkatkan posisi negosiasinya dan meningkatkan tekanan terhadap Rusia?"

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim pada bulan Januari bahwa Kyiv membutuhkan setidaknya 200.000 tentara Eropa sebagai pasukan penjaga perdamaian untuk menegakkan setiap perjanjian potensial dengan Rusia.

Namun, analis yang dikutip baru-baru ini oleh New York Times menganggap angka ini tidak dapat dicapai, dengan mencatat bahwa mengerahkan bahkan 40.000 tentara akan menjadi tantangan.

Pemerintahan Trump telah berulang kali mengisyaratkan niatnya untuk meminimalkan keterlibatan AS setelah gencatan senjata potensial tercapai, alih-alih berupaya mengalihkan beban keuangan dan logistik untuk mendukung Kyiv ke sekutu regional.

"Untuk lebih jelasnya, sebagai bagian dari jaminan keamanan apa pun, tidak akan ada pasukan AS yang dikerahkan ke Ukraina," kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kepada Grup Kontak Pertahanan Ukraina pekan lalu.

"Menjaga keamanan Eropa harus menjadi keharusan bagi anggota NATO Eropa," ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved