Siapa Muhsin Hendricks? Imam Gay Pertama di Dunia yang Ditembak Mati di Afrika Selatan

Senin, 17 Februari 2025 - 02:20 WIB
loading...
Siapa Muhsin Hendricks?...
Muhsin Hendricks, imam gay pertama dittembak di Mati di Afrika Selatan. Foto/X/@yenijournal
A A A
CAPE TOWN - Muhsin Hendricks, imam gay pertama di dunia, ditembak mati dalam sebuah serangan mobil di Afrika Selatan .

Hendricks, yang mengelola sebuah masjid yang mendukung kaum Muslim yang terpinggirkan, menghadapi tantangan yang signifikan sejak mengungkapkan seksualitasnya. Pihak berwenang mendesak penyelidikan menyeluruh di tengah kekhawatiran akan kejahatan rasial.

Muhsin Hendricks, imam gay pertama di dunia, ditembak mati pada hari Sabtu saat ia bepergian dengan mobil bersama orang lain di Afrika Selatan.

Menurut polisi, tersangka tak dikenal dengan wajah tertutup keluar dari kendaraan dan mulai melepaskan beberapa tembakan ke arah mobil yang ditumpangi imam. Kemudian pengemudi menyadari bahwa Hendricks tertembak dan tewas, ADP melaporkan.

Melansir BBC, dalam sebuah video, yang beredar di platform media sosial, mobil imam itu dihadang oleh kendaraan lain. Saat mobil Hendrick mencoba berbalik setelah dihadang, seorang pria keluar dari kendaraan dengan wajah tertutup dan mulai melepaskan beberapa tembakan. Setelah melepaskan tembakan, penyerang meninggalkan tempat kejadian perkara dengan kendaraannya.

Laporan menunjukkan Hendricks tewas setelah memimpin upacara pernikahan lesbian, meskipun hal ini masih belum dikonfirmasi.

Siapa Muhsin Hendricks?

1. Mengelola Sebuah Masjid di Cape Town

Melansir Times of India, pemimpin agama berusia 57 tahun itu mengelola sebuah masjid di Cape Town yang berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi kaum gay dan Muslim terpinggirkan lainnya. Afrika Selatan memelopori perlindungan konstitusional terhadap diskriminasi orientasi seksual dan melegalkan pernikahan sesama jenis pada tahun 2006, menjadi negara pertama di Afrika yang melakukannya.

Meskipun komunitas LGBT aktif, diskriminasi dan kekerasan terus berlanjut, di samping salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.

Hendricks mengungkapkan seksualitasnya pada tahun 1996, yang menyebabkan pergolakan besar di komunitas Muslim Cape Town. Tahun itu, ia mendirikan The Inner Circle untuk mendukung Muslim queer sebelum mendirikan masjid Masjidul Ghurbaah yang inklusif, menurut BBC.

2. Tidak Takut Mati

Sebuah film dokumenter tahun 2022 berjudul The Radical menampilkannya yang menyatakan tentang ancaman yang diterima: "Kebutuhan untuk menjadi otentik lebih besar daripada rasa takut untuk mati."

Ia secara konsisten mempromosikan dialog antaragama dan mengatasi tantangan kesehatan mental yang dihadapi oleh individu LGBTQ+ dalam lingkungan keagamaan.

Baca Juga: Erdogan Galang Kekuatan Lawan Pencaplokan Gaza

3. Kematiannya Menimbulkan Duka di kalangan Kaum Gay dan Lesbi

Julia Ehrt, yang memimpin Asosiasi Lesbian, Gay, Biseksual, Trans, dan Interseks Internasional (Ilga), mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap "apa yang kami khawatirkan sebagai kejahatan kebencian".

"Ia mendukung dan membimbing banyak orang di Afrika Selatan dan di seluruh dunia dalam perjalanan mereka untuk berdamai dengan iman mereka, dan hidupnya telah menjadi bukti penyembuhan yang dapat diberikan oleh solidaritas lintas komunitas dalam kehidupan setiap orang," katanya.

Pendeta Jide Macaulay, seorang pendeta Anglikan yang terbuka tentang orientasi seksualnya sebagai gay, mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas kematian Hendricks.

Aktivis Inggris-Nigeria, yang mengelola House of Rainbow yang mendukung kaum gay di Nigeria, tempat hubungan sesama jenis ilegal, memuji keberanian Hendricks.

"Kepemimpinan, keberanian, dan dedikasi Anda yang tak tergoyahkan terhadap komunitas agama yang inklusif telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan," katanya.

Sadiq Lawal, seorang Muslim gay di Nigeria, mengatakan kepada BBC bahwa Hendricks mencapai hal yang tampaknya mustahil dengan menyatakan: "Saya seorang imam queer."

"Dia adalah mentor bagi banyak Muslim queer di Afrika, terutama di Nigeria, karena ekstremisme agama," katanya.

"Saya masih kaget dan hancur."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Wabah Hantavirus Serang...
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas
Israel akan Gelar Acara...
Israel akan Gelar Acara LGBTQ Terbesar di Timur Tengah
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved