Terungkap, Ini Penyebab Tabrakan American Airlines vs Helikopter Black Hawk Tewaskan 67 Orang

Minggu, 16 Februari 2025 - 11:38 WIB
loading...
A A A
"Kami sedang mempertimbangkan kemungkinan adanya data yang salah,” kata Homendy, yang dilansir EurAsian Times, Minggu (16/2/2025).

Model Black Hawk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut biasanya dilengkapi dengan dua jenis altimeter. Satu menggunakan tekanan barometrik, dan yang lainnya mengandalkan sinyal radio yang memantul dari tanah.

Meskipun pilot helikopter terutama menggunakan pembacaan barometrik untuk navigasi, kotak hitam penerbangan merekam ketinggian radio 278 kaki pada saat terjadi benturan.

"Namun saya ingin mengingatkan, itu tidak berarti itulah yang dilihat kru Black Hawk pada altimeter barometrik di kokpit," ujar Homendy.

Namun, saat berbicara dengan EurAsian Times, analis Pertahanan Patricia Marins berpendapat bahwa Black Hawk bergerak ke arah pesawat, sehingga sangat tidak mungkin peringatan tersebut diabaikan, terutama karena kontak visual kemungkinan besar terjadi.

Marins menduga bahwa insiden tersebut dapat disebabkan oleh gangguan, keadaan darurat medis yang tiba-tiba, atau faktor yang tidak diketahui di luar pemahaman saat ini.

Dengan ditemukannya kotak hitam, dia mencatat bahwa kotak hitam tersebut dapat segera memberikan wawasan penting tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Tabrakan di udara antara helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS dan jet American Airlines di atas ibu kota negara tersebut telah dicap sebagai kecelakaan penerbangan paling mematikan di AS sejak tahun 2001.

Pada 2001, sebuah pesawat komersial jatuh di kawasan New York City tak lama setelah lepas landas, menewaskan seluruh 260 penumpang dan awak, beserta lima orang di darat.

Saat para penyelidik berupaya mengumpulkan berbagai peristiwa yang mengarah pada bencana 29 Januari, berbagai detail baru bermunculan tentang awak helikopter dan misi mereka malam itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Parlemen Israel Setujui...
Parlemen Israel Setujui RUU Larang Kumandang Azan di Masjid-Masjid
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Terungkap Penyebab Ukraina...
Terungkap Penyebab Ukraina Tembak Jet Tempur F-16 Miliknya Sendiri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved